Menyemangati Diri Saat Honor Hanya Bisa Menghidupi Sekian Hari

Posted by Ganas003 on 21.08 in ,

Setelah menginjak umur 27 merasa honor yang didapat tidak seberapa. Padahal sudah pontang-panting untuk berlari semoga pekerjaan tidak terbengkalai. Melunasi komitmen atasan untuk memperlihatkan yang terbaik sudah dilakukan. Tapi naiknya tingkat pemasukan tak kunjung ditawarkan. Hanya apresiasi ibarat kebanggaan dan traktir makan menjadi suatu pembayaran, atau itu sogokan?


Bung janganlah lelah untuk mengejar cita-cita, teruslah bermimpi alasannya yaitu mimpi tidak memakan biaya. Mungkin itu kata-kata penyemangat yang didapat kala merasa drop, kemudian coba memotivasi dengan klik tautan di google tentang cara membangkitkan diri. Sambil berharap, semoga kutipan-kutipan pembangkitan diri sanggup menaikkan hasrat untuk bekerja lebih ulet lagi.


Masalah honor memang terkadang menjadi penyuntik diri untuk bekerja lebih giat. Kalau honor dan tenaga tidak sinkronisasi alias honor tidak sepadan dengan kerjaan. Terkadang ada rasa nyelekit kan bung di dalam hati? pandai-pandailah bung untuk memotivasi diri alasannya yaitu pekerjaan yang bung kini alami, mungkin memang yang terbaik untuk dijalani.


Bung Merasa Bangga Ketika Menjadi Sarjana, Karena Merasa Ujian Hidup Sudah Dilewati Begitu Saja


 merasa honor yang didapat tidak seberapa Menyemangati Diri Ketika Gaji Hanya Mampu Menghidupi Sekian Hari


Ketika masa pendidikan perkuliahan telah selesai dan dinobatkan menjadi sarjana. Rasanya senang bukan main kan bung? ibarat telah melewati tantangan terbesar dalam hidup, dan berfikiran bahwa ketika fase ini terlewati, kemudian mendapat pekerjaan sanggup hidup dengan mapan. Namun, peliknya kehidupan skripsi lebih mending dari pada pekerjaan.


Dikerjar deadline, berurusan dengan klien, bahkan diuber sasaran menjadi hal yang paling menyulitkan. Seketika eksklusif mengenang masa perkuliahan ternyata lebih menyenangkan. Adapun bung juga jadi membayangkan bahwa ternyata begini yang orang bau tanah rasakan. Sulitnya mencari uang untuk menyambung kehidupan.


Bekerja Itu Dimulai Dari Rumah Ke Kantor, Bukan Dari Kantor Pulang Ke Rumah


 merasa honor yang didapat tidak seberapa Menyemangati Diri Ketika Gaji Hanya Mampu Menghidupi Sekian Hari


Ketika matahari belum seutuhnya mengguyur tubuh, bahkan gres berkedip kecil di langit. Bung sudah siap untuk bergegas untuk bekerja. Bung sudah rapih untuk menerjang kemacetan bahkan berdesak-desakan. Itu semua menjadi rute setiap hari yang bung jalani dengan lelahnya setiap pagi dan sore hari. Sesungguhnya, bung mulai bekerja itu bukan ketika di depan komputer.


Pagi-pagi buta bung sudah pergi mencari nafkah yaitu bab dari pekerjaan. Jauhnya jarak dan ganasnya perjalanan, menjadi sebuah tantangan setiap pekan. Terkadang hanya menunggu selesai pekan dan libur nasional menjadi penyemangat bukan? tetapi yang namanya pekerjaan yaitu soal pengorbanan bung. Rela menggadaikan rasa lelah demi sebuah upah. Kalau pun upah yang bung terima masih terlalu kecil, ya jangan menyerah. Teruslah berusaha alasannya yaitu setiap proses niscaya akan membuahkan hasil yang tak sia-sia.


Adakah Kata Lain Yang Menggambarkan Kelelahan Selain Lembur?


 merasa honor yang didapat tidak seberapa Menyemangati Diri Ketika Gaji Hanya Mampu Menghidupi Sekian Hari


Pulang larut malam alasannya yaitu pekerjaan bukan lagi hal yang mengherankan. Dikala orang lain sudah melepas penatnya dengan bersantai atau beristirahat di rumah. Bung masih berkutat dengan pekerjaan. Tak pelak, pulang subuh untuk mandi kemudian berangkat lagi, juga pernah dijalani. Meskipun rasa nyeri di tubuh menggerogoti, bung tetap menjalani sepenuh hati.


Lembur ibarat sebuah aktivitas tiap pekan yang dijalani. Tak pelak rasa terbiasa dengan lembur tidak menciptakan bung kaget untuk melakukannya. Untungnya, ada uang suplemen ketika lembur. Jadinya masih ada bentuk rasa syukur ketika mendapat diri harus lembur. Uang lembur tidak mengecewakan untuk mendongkrak pemasukan. Kalau lelah? hening saja bung, gunakan selesai pekan untuk tidur seharian.


Orang Tua Hanya Ingin Melihat Anaknya Bahagia


 merasa honor yang didapat tidak seberapa Menyemangati Diri Ketika Gaji Hanya Mampu Menghidupi Sekian Hari


Bekerja memang memiliki impian untuk membahagiakan orang tua. Melihat orang bau tanah yang semakin bau tanah renta, bung jadi ingin membelikannya sesuatu untuk membantunya. Seperti memenuhi kebutuhan bahkan keinginan, menjadi motivasi buat bung untuk bekerja lebih giat. Walaupun, ketika mengecek rekening honor nampaknya tak cukup untuk membeli itu semua.


Orang bau tanah memang terkadang tidak meminta apa-apa, seraya berkata “Sudah buat kau saja, bahagiakan dulu dirimu”. Orang bau tanah hanya ingin melihat anaknya senang tanpa ada rasa murung di dada. Meskipun begitu, bung niscaya ingin sekali membalas jasanya. Mungkin waktunya bukan kini bung, tapi percaya dikala waktu itu ada bung niscaya sanggup membahagiakannya.


Mengeluh Tidak Akan Membantu Masalahmu Bung!


 merasa honor yang didapat tidak seberapa Menyemangati Diri Ketika Gaji Hanya Mampu Menghidupi Sekian Hari


Banyak temen bung yang tidak bekerja atau belum bekerja merasa iri dengan apa yang bung dapatkan. Mereka berharap sanggup ibarat bung untuk bekerja dan mendatkan honor tiap bulan. Tapi bung yang menjalani juga merasa kelelahan, bahkan tak sanggup membagi waktu untuk istirahat dan bertemu kawan. Kalau hal itu yang bung rasakan, janganlah mengeluh bung. Mengeluh tidak akan menuntaskan sesuatu yang ada hanya memperkeruh.


Bung yang sudah bekerja harus mensyukuri. Setiap pagi bung hanya perlu menahan diri untuk kemacetan dalam perjalanan. Namun, di luar sana bahkan sobat bung sendiri, masih ada yang berdesak-desakan di festival pekerjaan dan menunggu ketidakpastian. Rasa lelah dan jenuh itu sanggup bung fasilitasi dengan gaji.  Bahwa dengan honor yang belum sebarapa bukan berarti bung bukan apa-apa. Percayalah suat dikala bung akan petik hasil jerih payahnya.