Apabila Si Nona Melaksanakan Ini, Bung Dapat Jadi Akan Terpesona Dan Senyum Sendiri. Benar Begitu Bung?

Setiap wanita biasanya mendongkrak penampilan demi mendapat perhatian laki-laki, tetapi dibalik penampilan menawannya ternyata ada hal lain yang katanya sanggup menciptakan Bung lebih terpesona. Apakah iya? Bung terkadang memang menginginkan pasangan yang sanggup mengerti Bung apa adanya, tanpa banyak mengatur sekaligus sanggup mencurahkan perhatian. Penampilan memang penting, sebagai pria pun tak sanggup munafik, apa yang disuguhkan di depan mata apabila menarik niscaya menciptakan Bung tak berkutik. Tapi jikalau fisik tidak dilengkapi perilaku yang baik, rasanya menjadi hal yang sia-sia.


Sejatinya perjuangan si nona untuk menarik perhatian Bung dari penampilannya, menyerupai memakai make up adalah hal yang wajar-wajar. Bahkan patut diapresiasi alasannya si nona rela melaksanakan itu semua guna menciptakan Bung tak mau lepas dari dekapannya. Tetapi jikalau dilihat lebih baik lagi, ternyata ada beberapa hal terutama yang sanggup dilakukan si nona yang sanggup menciptakan Bung terpesona. Kira-kira apakah Bung sudah mempunyai jawabannya?


Mungkinkah Jika Si Nona Menemani Bung Menonton Bola, Bisa Membuat Bung Terpesona?


Setiap wanita biasanya mendongkrak penampilan demi mendapat perhatian laki Apabila Si Nona Melakukan Ini, Bung Bisa Kaprikornus Akan Terpesona Dan Senyum Sendiri. Benar Begitu Bung?

Sumber : Beritagar.id


Mayoritas pria begitu menyukai sepak bola, mungkin Bung yaitu salah satunya. Dimana Bung terkadang mencari siasat colongan dengan mengajak si nona kencan di bar yang menyiarkan pertandingan tim kesayangan. Sehingga antara pacar dan tim kesayangan sama-sama mendapat porsi yang seimbang.


Karena jikalau Bung jujur tak sanggup pergi dengannya alasannya ingin menonton bola, mungkin si nona sanggup murka hingga beberapa hari. Tetapi bila ada si nona yang secara suka rela ingin menemani Bung menonton bola, niscaya Bung bahagia. Bung pun tahu si nona tidak paham soal sepak bola, tetapi jikalau si nona hingga rela meluangkan waktunya 2X45 menit, sudah niscaya Bung terpesona akan usahanya.


Tampil Tanpa Make Up Pun Menjadi Anugerah Terindah yang Tak Di-blow Up


Setiap wanita biasanya mendongkrak penampilan demi mendapat perhatian laki Apabila Si Nona Melakukan Ini, Bung Bisa Kaprikornus Akan Terpesona Dan Senyum Sendiri. Benar Begitu Bung?


Ketika tampil dengan make up memang tak ada salahnya, justru menyerupai yang dibilang di atas, itu yaitu hal yang patut diapresiasi. Walaupun make up mempercantik penampilan, namun Bung lebih suka seseorang yang tampil natural bukan? Bagi Bung, tampil apa adanya tanpa make up merupakan wujud orisinil yang menggugah hati. Toh yang namanya cantik, sudah terlahir semenjak kecil lewat pinjaman Tuhan bukan dibantu dengan dempulan. Ketika si nona tampil secara natural lalu senyumnya semerbak, justru itu sanggup menciptakan Bung kian terpesona. Bung pun jadi tahu jikalau si nona memang sudah elok dari sananya.


Melihatnya Bertempur Di Dapur, Membuat Rasa Sayang Semakin Menggembur


Setiap wanita biasanya mendongkrak penampilan demi mendapat perhatian laki Apabila Si Nona Melakukan Ini, Bung Bisa Kaprikornus Akan Terpesona Dan Senyum Sendiri. Benar Begitu Bung?


Saat si Nona mencoba memasak sesuatu untuk Bung, meski dari soal rasa masih kalah jauh dari kuliner Sunda di sudut jalan sana, Bung tetap menyantapnya dengan bahagia. Karena si nona kembali berusaha menciptakan Bung terpesona. Pakaian yang lusuh, hingga muka yang belepotan alasannya bumbu tak menciptakan Bung memandangnya sebagai seorang pembantu. Justru, Bung memandang jikalau ia merupakan calon ibu dari belum dewasa Bung. Bukan begitu Bung?


Tingkah Nona yang Konyol Justru Membuat Aroma Pacaran Kaprikornus Banyol


Setiap wanita biasanya mendongkrak penampilan demi mendapat perhatian laki Apabila Si Nona Melakukan Ini, Bung Bisa Kaprikornus Akan Terpesona Dan Senyum Sendiri. Benar Begitu Bung?


Hubungan tak melulu soal keromantisan yang diagung-agungkan. Karena Bung bukan sedang melakoni tugas di drama percintaan, alasannya jikalau kekerabatan berjalan menyerupai itu niscaya akan menjadi bau dan monoton. Hubungan pun perlu dinamis, alasannya banyak hal yang sanggup dilakukan, tidak ada batasan di mana Bung bahkan si nona harus berlaku puitis.


Nona mungkin selama ini jaga image di depan Bung, alasannya tidak mau tampil konyol. Tetapi saat sekali-sekali si nona berlaku konyol, justru Bung sanggup tertawa sekaligus bahagia, bahwa si nona ternyata mempunyai sifat yang menyerupai itu juga. Alhasil, pacaran pun lebih banyak bercanda dan gelak tawa.


Ketika Si Nona Ngambek Pun Bisa Mengundang Senyum Darimu Bung


Setiap wanita biasanya mendongkrak penampilan demi mendapat perhatian laki Apabila Si Nona Melakukan Ini, Bung Bisa Kaprikornus Akan Terpesona Dan Senyum Sendiri. Benar Begitu Bung?


Bung mungkin merupakan salah seorang yang kerap menarik hati si nona untuk memasang muka ngambeknya. Karena Bung mencicipi hal yang lucu, bahkan ada satu titik kebahagiaan tersendiri saat si nona memasang tampang menyerupai itu. Tampil anggun dan elok memang menjadi sesuatu yang lezat dipandang, tetapi saat si nona memasang mimik wajah ngambek, ada rasa gemas menggeliat di dalam hati yang terus menghantui.


Menikahlah Di Waktu Yang Tepat, Bukan Alasannya Desakan Yang Semakin Merapat

Beberapa bulan lagi mau puasa, niscaya lebaran juga bakal terbayangkan bukan? Masih ingatkah Bung tahun lalu, ketika momen maaf-maafan menjadi semacam konferensi pers soal pernikahan? Segala macam penjelasan dan pertanyaan soal berdiri di pelaminan menjadi hal menarik bagi kerabat dan sudara. Tak usah heran, hal itu memang terjadi secara turun-temurun, ada saja desakan yang dialami seseorang ketika umurnya telah semakin matang untuk berumah tangga.


Apalagi laki-laki, mulai dari kerabat hingga sodara niscaya mengawali dengan, “Tunggu apa lagi?”, atau “Mau cara yang kayak gimana lagi?”, pertanyaan menyerupai itu sudah niscaya mengawali desakan pernikahan. Tapi untuk menikah jangan hingga terpancing alasannya ialah desakan. Tetapi pikirkan secara masak-masak? Apakah ketika ini, Bung memang sudah ready untuk membangun rumah tangga secara nafkah dan juga batin? Jangan hingga mengeluh rindu bujang ketika buah hati sudah berada di kedua tangan ya Bung!


Jangan Karena Ibu Ingin Gendong Momongan, Bung Langsung Kelabakan Untuk Melangkah Ke Pelaminan


 niscaya lebaran juga bakal terbayangkan bukan Menikahlah Di Waktu yang Tepat, Bukan Karena Desakan yang Semakin Merapat


Salah satu desakan untuk menikah yang paling ngena di hati Bung mungkin “kode” orangtua yang ingin mempunyai cucu. Lantaran orangtua terlucuti hatinya ketika reuni SMA, atau berkumpul bareng rekan-rekannya yang bercerita betapa lucu cucunya. Alhasil, mereka pun pribadi bertanya, “Kapan ingin segera berumah tangga?”. Sampai pada alhasil Bung kelabakan untuk segera melenggang ke pernikahan. Tapi bila mental belum siap, Bung jangan menuruti, daripada ijab kabul Bung nanti hanya jadi saksi kegagalan alasannya ialah munculnya obsesi.


Hidup Bakal Tetap Berjalan Meskipun Ujung Pelaminan Belum Kelihatan


 niscaya lebaran juga bakal terbayangkan bukan Menikahlah Di Waktu yang Tepat, Bukan Karena Desakan yang Semakin Merapat


Rasanya menatap pelaminan belum ada dibayangan, karena masih ada harapan yang ingin diwujudkan atau lagi nabung kecil-kecilan alasannya ialah ingin berusaha meringankan beban orangtua pada ketika pernikahan. Tak apa Bung usang menjadi bujang, asalkan mempunyai sasaran kapan harus menikah.


Jangan hingga ketagihan menjadi bujang hingga menikah pun tidak masuk jadwal dalam kehidupan. Ketika saudara, sahabat ibumu bahkan rekanmu terus bertanya kapan menikah, tanggapi santai saja. Bilang saja lihat nanti, jadi beliau tidak akan bertanya lagi. Kalau masih bertanya, mungkin beliau memang membuka jasa wedding organizer atau semacamnya.


Apalagi Mencari Calon Istri Mesti Teliti, Jangan Sampai Salah Menikahi


 niscaya lebaran juga bakal terbayangkan bukan Menikahlah Di Waktu yang Tepat, Bukan Karena Desakan yang Semakin Merapat

Sumber : Medium.com


Tidak semua orang cocok untuk menjadi pasangan, dapat saja hanya pantas sebagai teman, tidak lebih. Maka dari itu untuk menentukan pasangan memang harus secara teliti dan matang. Kalau kata orangtua zaman dulu, mesti dilihat bibit, bebet, dan bobotnya. Jangan hingga alasannya ialah tidak tahan mengalami desakan, menyebabkan siapa saja yang tiba pribadi Bung sambar dengan mengajak ke pelaminan.


Bayangkan, Bung bakal terus bersama si nona, sehidup semati hingga maut memisahkan. Otomatis ketika mata terbuka di pagi hari, wajahnya yang bakal Bung lihat pertama kali. Bayangkan bila sikapnya sangat bertolak belakang, apakah Bung siap menghadapinya di setiap saat?


Bagi Laki-laki Kesiapan itu Harus, Karena Apabila Rumah Tangga Jadi, Bunglah yang Bakal Membawa Arus


 niscaya lebaran juga bakal terbayangkan bukan Menikahlah Di Waktu yang Tepat, Bukan Karena Desakan yang Semakin Merapat


Semua harus dipersiapkan jangan hanya modal nekat dan cinta saja. Karena sebagai laki-laki, kematangan finansial dan mental tak dapat diacuhkan untuk menghadapi pernikahan. Jangan hanya terbayang “ena-ena” saja, alasannya ialah inti ijab kabul bukan soal menyerupai itu. Kesiapan finansial apalagi, menjadi salah satu pangkal kehidupan yang paling penting. Bahkan tanpa uang, hidup zaman kini dapat apa, besar atau pun kecil nominalnya pada dasarnya tetap saja uang bukan? Kalau mental itu relatif, mungkin Bung yang sudah ditempa dengan segala macam cobaan dapat menjadi lebih dewasa.


Menunda Pernikahan Bukan Berarti Bung Adalah Laki-laki yang Terpinggirkan


 niscaya lebaran juga bakal terbayangkan bukan Menikahlah Di Waktu yang Tepat, Bukan Karena Desakan yang Semakin Merapat


Santai saja Bung! Ketika umur ideal ijab kabul malah digunakan asyik berkelana sendirian, bukan berarti Bung ialah pria yang terpinggirkan. Pernikahan ialah sesuatu yang sakral, jangan hingga menciptakan Bung melakukannya hanya alasannya ialah desakan. Wahai Bung yang membaca goresan pena ini, desakan hanyalah suatu sentilan yang tak perlu dimasukkan ke dalam hati. Santai sajalah dalam menyikapi, alasannya ialah urusan jodoh masih di tangan Tuhan, bukan lewat dialog rumpi yang selalu dilakukan saudara atau kerabat Bung sekalian.


Bung, Sudah Tahu Alasan Mengapa Nona Enggan Memulai Chat Duluan?

Soal pendekatan, Bung niscaya menyadari kalau jarang sekali ada cewek yang mau lebih dulu membuka obrolan. Entah mengapa, biasanya kita memang yang ‘ditakdirkan’ jadi lebih garang dan melempar isyarat supaya gebetan tahu kalau bung punya perasaan lebih padanya.


Langkah selanjutnya, ya tinggal menanti apakah si gebetan peka atau tidak. Begini Bung, kasus peka atau tidaknya seorang perempuan, dan soal mengapa mereka enggan membuka dialog lebih dulu sejatinya ada alasannya. Nah Bung perlu tahu semoga bisa mencari celah untuk mendekatinya lebih erat lagi, atau setidaknya tahu lebih dulu bagaimana huruf gebetan Bung kali ini.


Ada Nona yang Takut Dikira Cari Perhatian


 Bung niscaya menyadari kalau jarang sekali ada cewek yang mau lebih dulu membuka dialog Bung, Sudah Tahu Alasan Mengapa Nona Enggan Memulai Chat Duluan?


Beberapa wanita mempunyai sifat pemalu. Kalau sudah begini, jangankan bertemu, chat saja ia niscaya enggan memulainya duluan Bung. Bukan apa-apa, ia hanya takut dikira cari perhatian. Atau ia aib kalau nanti disangka ia mempunyai perasaan apa-apa terhadap Bung (padahal memang iya). Makanya ia menentukan jalur kondusif yaitu dengan tidak memulai percakapan dan menentukan menunggu Bung yang chat duluan.


Atau Mungkin Dia Memang (Pura-pura) Sibuk


 Bung niscaya menyadari kalau jarang sekali ada cewek yang mau lebih dulu membuka dialog Bung, Sudah Tahu Alasan Mengapa Nona Enggan Memulai Chat Duluan?


Yang namanya perempuan, rata-rata sukar jauh dari gawai. Makara kalau chat Bung tak berbalas dalam kurun waktu 1×24 jam, berarti ya alasannya ialah ia tak tertarik pada Bung atau memang merasa chat tersebut bukan dari siapa-siapa sehingga tak dijadikan prioritas utama. Sabar ya Bung. Tapi kalau Bung memang masih mau berprasangka baik, ya artinya memang ia sedang melaksanakan sesuatu yang jauh lebih penting.


Bisa Juga Dia Bukan yang Ahli Mengobrol Lewat Chat


 Bung niscaya menyadari kalau jarang sekali ada cewek yang mau lebih dulu membuka dialog Bung, Sudah Tahu Alasan Mengapa Nona Enggan Memulai Chat Duluan?


Beberapa orang ada yang mempunyai kemampuan untuk aktif dalam chat tapi pasif dalam pertemuan. Tapi Bung perlu tahu, ada juga yang berlaku sebaliknya, ia bisa saja pasif dalam chat tapi sesungguhnya aktif dalam pertemuan. Nah, siapa tahu gebetan Bung ialah cewek tipe yang semacam ini. Kamu sabar-sabar saja.


Karena Merasa Eksis dan Banyak yang Naksir, Ada Tipe Perempuan yang Maunya Disapa Duluan


 Bung niscaya menyadari kalau jarang sekali ada cewek yang mau lebih dulu membuka dialog Bung, Sudah Tahu Alasan Mengapa Nona Enggan Memulai Chat Duluan?


Dia menarik. Terbiasa disapa banyak pria. Lalu muncul nomor gila yang ialah milik Bung. Kalau sebelumnya ia memang tidak mengenali Bung, ya mungkin ia tak akan balas chatmu. Mungkin ya begitu, ia sudah terbiasa di chat duluan. Percayalah, wanita semacam ini tidak pernah menghubungi gebetan duluan, ia maunya ia yang dihubungi.


Atau Mungkin Si Nona Sedikit Gengsi


 Bung niscaya menyadari kalau jarang sekali ada cewek yang mau lebih dulu membuka dialog Bung, Sudah Tahu Alasan Mengapa Nona Enggan Memulai Chat Duluan?


Alasan yang tidak bisa diingkari jikalau hampir semua wanita gengsian. Bung boleh saja memperlihatkan isyarat apalagi hingga rutin chat duluan, tapi beberapa nona akan lebih menentukan bertahan pada gengsinya dan merasa terhina kalau hingga ngechat duluan. Sabar-sabar saja Bung. Namanya juga lelaki…


Jagalah Contoh Hidup Sehat Biar Si Nona Tidak Cepat Menjadi Janda Muda

Kmeungkinan hidup kita lebih pendek daripada perempuan! Ya, memilukan memang bung, namun ini ialah fakta yang sebeneranya. Kami bukan sedang mengada-ada, hal ini jadi salah satu hasil dari penelitian yang dilansir dari liputan6.com, yang menyatakan di banyak negara perempuan sanggup hidup 5-10 tahun lebih usang ketimbang laki-laki. Hal ini disebabkan karena contoh hidup laki-laki memang sangat amat awut-awutan dibanding perempuan bila boleh diakui.


Kalau bung dari kini tidak menjaga contoh hidup, berarti bung sama saja menunjukkan sinyal kepada nona bahwa ia harus berkemas-kemas untuk menjadi janda. Di Swedia pada tahun 1800-an usia impian hidup bagi perempuan 33 tahun sedangkan laki-laki 31 tahun, pada masa  kini usia impian hidup perempuan 83,5 tahun sementara laki-laki 79,5 tahun menyerupai dilansir BBC.com.


Pola hidup yang dijalani laki-laki memang terlalu dekat dengan penyakit apalagi bagi bung yang menjadi candu tembakau dan alkohol. Dua hal tersebut yang disebutkan menjadi alasan mengapa laki-laki sanggup lebih cepat meninggal.


Meskipun banyak juga yang menyampaikan bila laki-laki lebih cepat meninggal karena pekerjaan yang dilakoni karena mengandalkan fisik. Secara di zaman kini perempuan juga hampir mengerjakan pekerjaan serupa laki-laki, namun faktanya tetap sama saja. Tidak berubah.


Olahraga Jarang Dilakoni Padahal Manfaatnya Bagus Buat Diri Sendiri Dan Istri


Kmeungkinan hidup kita lebih pendek daripada perempuan Jagalah Pola Hidup Sehat Agar Si Nona Tidak Cepat Menjadi Janda Muda


Kurangnya waktu berolahraga ternyata menjadi pemicu mengapa laki-laki lebih cepat menyudahi hidupnya. Olahraga seharusnya menjadi kegiatan yang harus dilakukan demi menjaga keseimbangan fisik terutama jantung dan paru-paru. Kinerja jantung harus dimaksimalkan dengan kegiatan berolahraga entah itu lari, fitness, atau pun berenang.


Banyak kegiatan olahraga yang sanggup dilakukan oleh laki-laki. Meskipun banyak yang menyatakan keterbatasan waktu menciptakan mereka menjadi sukar untuk berkeringat secara sehat. Faktanya, banyak kegiatan olahraga yang sanggup dilakukan tanpa perlu memperlukan waktu yang banyak menyerupai lari disekeliling komplek selama 30 hingga 45 menit.


Waktu Tidur Harus Tercukupi, Biasakan Untuk Hidup Normal Kalau Tidak Ingin Menyesal Di Kemudian Hari


Kmeungkinan hidup kita lebih pendek daripada perempuan Jagalah Pola Hidup Sehat Agar Si Nona Tidak Cepat Menjadi Janda Muda


Waktu tidur yang tidak cukup sanggup mengundang banyak sekali macam penyakit lho, seperti  diabetes, obsesitas hingga hipertensi. Seyogyanya setiap hari badan insan secara ideal membutuhkan waktu tidur selama 7 hingga 9 jam sehari. Dengan tidur waktu yang cukup akan membantu memperbaiki beberapa sel di dalam tubuh. Semacam regenerasi.


Namun beberapa penghalang menyerupai pekerjaan, yang kerap menyita waktu atau nongkrong dengan beberapa kerabat menciptakan waktu tidur kerap berantakan. Alhasil waktu tidur tidak cukup untuk kebutuhan badan bung. Dengan contoh tidur tidak karuan nona menjadi janda muda sanggup menjadi kenyataan.


Selalu Ada Waktu Untuk Sarapan, Segera Makan Jangan Banyak Alasan


Kmeungkinan hidup kita lebih pendek daripada perempuan Jagalah Pola Hidup Sehat Agar Si Nona Tidak Cepat Menjadi Janda Muda


Karena waktu tidur yang awut-awutan mengakibatkan seseorang tidak sarapan alasannya tidak sempat karena takut telat berangkat kerja. Padahal sarapan di pagi hari itu sangat penting untuk memulai acara yang akan berjalan seharian, badan memerlukan energi untuk menjalaninya. Tapi kerap kali sarapan diabaikan karena dianggap mengganggu waktu.


Hal ini merupakan aliran yang salah bung. Selain berfungsi sebagai pemacu kerja dan banyak manfaat lainnya. Sarapan juga sanggup menjadi momen pembuka kemesraan antar suami dan istri. Macam bung dan nona, yang sanggup memulai hari di satu meja makan sebagai bentuk cinta.


Buah Dan Sayur Menjadi Hidangan Tetap Untuk Jaga Kesehatan


Kmeungkinan hidup kita lebih pendek daripada perempuan Jagalah Pola Hidup Sehat Agar Si Nona Tidak Cepat Menjadi Janda Muda


Mengkonsumsi sayur sangatlah krusial bagi tubuh. Kandungan kesehatan yang terkandung menyerupai vitamin yang banyak bermanfaat bagi tubuh. Seperti pisang yang mengandung potasium mempunyai kegunaan untuk memompa sel-sel saraf dan otot biar sanggup bekerja semestinya. Ada juga jeruk yang mengandung vitamin C, yang sanggup menjaga daya tahan tubuh.


Konsumsi buah dan sayur bahwasanya penting, bagi bung yang memang tidak suka atau tidak biasa mengkonsumsi dua hal ini, untuk kini sudah harus dibiasakan. Lantaran banyak kandungan bermanfaat untuk memaksimalkan kesehatan tubuh. Kalau bung terlihat prima niscaya nona akan terkesima.


Jangan Lupakan Konsumsi Air Putih Agar Tidak Menyesal Sebelum Ditutup Kain Putih


Kmeungkinan hidup kita lebih pendek daripada perempuan Jagalah Pola Hidup Sehat Agar Si Nona Tidak Cepat Menjadi Janda Muda


Mengkonsumsi kopi dan teh boleh-boleh saja tetapi jangan lupa air putihnya bung. Air putih menyerupai diketahui memang mempunyai manfaat besar bagi tubuh. Kalau bung sering mengalami kelelahan sanggup jadi bung kekurangan minum air putih. Setiap harinya badan itu perlu mengkonsumsi air putih sebanyak 6 hingga 8 gelas sehari. Dilansir dari halaman Life Hack air putih sanggup menghilangkan racun dalam tubuh, meningkatkan metabolisme dan mencegah gangguan pencernaan.


Meminum air putih sehabis berdiri tidur juga baik tentunya, karena setiap malam badan insan memperbaiki diri dan mengeluarkan racun. Makara bila bung minum air putih setiap pagi akan membersihkan racun. Kebiasaan hidup sehat memang sulit dilakukan bila tidak dibarengi dengan niat dan diamini lewat kedisiplinan. Namun hal-hal ini sanggup dilakukan bila tidak mau bung menutup mata lebih dulu dari pada nona.


 


Sekian Tahun Berpacaran Belum Tentu Terus Bertahan, Lantaran Dapat Saja Putus Ditengah Jalan

Bung mungkin pernah tahu, satu dongeng mitra dengan mantan kekasihnya yang mendadak viral. Kisahnya menyentuh banyak orang, lantaran ternyata ia menikah dengan wanita lain yang gres dikenalnya, bukan dengan nona bagus yang sudah dipcarinya bertahun-tahun lamanya. Si nona curhat panjang lebar, hinga kemudian disambut oleh warganet dan disebarkan.


Ini jadi citra bahwa bertahun-tahun berpacaran, kadang bukanlah sebuah jaminan untuk sebuah pernikahan. Walau tetap ada yang berhasil untuk hingga kesana, tapi tak sedikit pula yang harus kecewa lantaran keburusakit hati atas fakta. Ya, fakta bahwa selama ini sanggup jadi bung hanya bertugas menjaga jodoh kwan lain yang masih tak tahu siapa.


Tapi mempertahnkan kekerabatan berpacaran dalam rentan waktu yang usang tidaklah mudah. Karena ada saja kendalanya, apalagi di usia tak lagi belia, waktu rasanya sempit untuk bertemu lantaran sibuk. Tapi Kandasnya kekerabatan tak melulu lantaran minimnya waktu bertemu, tapi mungkin ada hambatan lain yang sanggup saja datang.


Hal Yang Remeh Seharusnya Tidak Menjadi Perdebatan


 satu dongeng mitra dengan mantan kekasihnya yang mendadak viral Sekian Tahun Berpacaran Belum Tentu Terus Bertahan, Sebab Bisa Saja Putus Ditengah Jalan


Di usia pacaran yang sudah matang seharusnya hal-hal sepele bukan lagi menjadi sumber keributan. Bertahun-tahun bersama seharusnya sudah saling memahami apa yang dilakukan. Ngambek lantaran hal sepele menyerupai orang yang gres menjalin hubungan. Pertengkaran lantaran hal sepele juga tidak pantas dilakukan untuk pasangan yang sudah bertahun-tahun berpacaran


Namun jikalau hal sepele saja masih diributkan. Kemungkinan ada rasa tidak nyaman diantara pasangan. Ingin berpamitan namun sungkan untuk mengatakan. Mencari keributan ialah hal yang paling masuk akal dilakukan. Contohnya dimulai dari hal yang tak terbayangkan. Kalau pasangan bung, sudah melaksanakan hal tersebut, mungkin pacaran selama ini tidak berjalan nyaman.


Hubungan Yang Berdebar-debar Tiba-tiba Terasa Hambar


 satu dongeng mitra dengan mantan kekasihnya yang mendadak viral Sekian Tahun Berpacaran Belum Tentu Terus Bertahan, Sebab Bisa Saja Putus Ditengah Jalan


Sudah setiap sudut kota bung datangi dengan nona. Berapa banyak kawasan wisata sudah bung sambangi dengan rasa senang dan cinta dikala di sana. Ketika berantem dan berdebat, niscaya selalu berakhir dengan minta maaf. Setelah bertahun-tahun bersama ternyata rasanya masbodoh di dada. Hubungan yang dibangun tidak sehangat dulu dikala pendekatan dan setahun pertama berpacaran.


Bung mencicipi bahwa kekerabatan yang usang tidak lagi indah menyerupai sedia kala. Takut dicap tidak setia menciptakan bung berpura-pura untuk menjalaninya. Tetap saja, namanya rasa tidak sanggup dikelabui. Pacaran menyerupai sebuah paksaan. Bung pun mulai berfikir apakah harus udahan? atau tetap menjalani dengan berfikir “Bisa aja ini hanya rasa bosan. Kalau putus barulah kerasa kehilangannya”. Hati-hati bung, jikalau sumber kebahagiaan didapat dari rasa pura-pura, buat apa?


Pacaran Itu Melibatkan Pasangan, Bukan Difikirkan Sendirian


 satu dongeng mitra dengan mantan kekasihnya yang mendadak viral Sekian Tahun Berpacaran Belum Tentu Terus Bertahan, Sebab Bisa Saja Putus Ditengah Jalan


Setelah sekian usang diperjuangkan dengan banyak hal yang dikorbankan, menciptakan bung mencicipi bahwa hal yang dilakukan tak lagi sanggup dukungan. Bung merasa hanya satu sisi saja yang berjuang, satu sisi lagi hanya lepas tangan. Melihat hal itu, bung menyerupai merasa dibohongi dengan ikatan kesepakatan suci yang tertuang dari ekspresi nona. Pelan-pelan kata putus terlintas di kepala.


Takut blunder dengan sebuah keputusan. Bung memfikirkannya matang-matang, apakah mensudahi kekerabatan merupakan solusi. Seyogyanya yang namanya kekerabatan melibatkan dua kepala. Kalau satu kepala lagi menyerupai tidak bernyawa ya buat apa. Jangan lantaran sudah pacaran bertahun-tahun dan berkoar-koar kepada sobat jikalau nona ialah jodoh, menciptakan bung menjadi sungkan untuk udahan. Toh, yang pacaran kan bung dan nona, bukan mereka.


Ketika Hubungan yang Mesra Mulai Aneh Karena Tak Ada Tujuan


 satu dongeng mitra dengan mantan kekasihnya yang mendadak viral Sekian Tahun Berpacaran Belum Tentu Terus Bertahan, Sebab Bisa Saja Putus Ditengah Jalan


Sudah memasuki ke tahun yang kesekian tapi tak pernah ditanggapi apabila berbicara pernikahan. Ada saja hal yang menciptakan nona membelokkan pembicaraan. Seperti mempertanyakan kemapanan dan banyak harapan yang belum diwujudkan. Melihat sikapnya, menciptakan bung bertanya-tanya apakah ia belum siap atau memang tak ingin berlanjut ke jenjang berikutnya?


Hubungan menyerupai berjalan di kawasan lantaran tidak ada tujuan. Kalau tujuan saja tidak ada, apalagi yang ingin diperjuangkan? pacaran sekian tahun rasanya menyerupai sia-sia. Apabila kondisi menyerupai ini terus menggantung sekian usang bung yakin untuk tetap melanjutkannya?


Seketika Meragu Akankah Nona Akan Menjadi Jodohku


 satu dongeng mitra dengan mantan kekasihnya yang mendadak viral Sekian Tahun Berpacaran Belum Tentu Terus Bertahan, Sebab Bisa Saja Putus Ditengah Jalan


Setelah sekian usang bersama kekerabatan berjalan baik-baik saja. Tanpa ada pertengakaran besar yang terus berlanjut ke perdebatan hebat. Setiap kencan juga dijalani dengan saling melempar percakapan seru yang tidak pernah habis dibahas dan ditertawakan.


Tiba-tiba bung mencicipi ragu begitu saja. Apakah beliau yang sudah usang berada di sisi, ialah bidadari yang akan dinikahi? Tanpa perlu melihat beberapa faktor pemicu, bung hanya perlu satu. Hubungan yang dibangun bertahun-tahun tidak menjadi penentu bahwa bung dengan nona akan terikat di pernikahan. Mungkin saja itu harapan yang tidak terjadi. Karena pacaran sekian usang tidak menjadi penentu kebahagiaan.


Cobalah tanyakan lagi, benarkah ia yang bung cari?


Tak Hanya Nona Yang Dapat Jadi Ratu Drama, Bung Juga Berpotensi Jadi Raja Drama

Pernah lihat tidak, satu mitra dengan gandengannya tiba-tiba berdebat di tengah keramaian? kemudian mendadak bertengkat jago tanpa tahu berapa banyak mata yang sudah menonton mreka. Bung mungkin akan bilang, jikalau pertengkaran-pertengkaran ibarat ini jadi sesuatu yang terlalu dijadikan drama oleh keduanya.


Sejauh ini mungkin bung berpikir, bahwa wanita kerap jadi drama queen untuk ada yang sering terjadi. Tapi nyatanya kita sanggup berpotensi. Yaap, tak tahu tiba dari mana tapi kita sendiri juga sanggup saja ibarat itu. Padahal perilaku ibarat ini, terang tak baik untuk relasi dengan sang kekasih.


Meskipun berpacaran memang tak lepas dari konflik, tapi kalau seorang drama king atau queen, konon sanggup mempermasalahkan apa saja yang ada. Bahkan terasa cuek kalau tidak ada konflik, mungkin saja. Ada beberapa tanda kalau bung seorang drama king ibarat dilansir dari yourtango.com


Tidak Ada Hal Yang Tidak Bisa Diperdebatkan


 kemudian mendadak bertengkat jago tanpa tahu berapa banyak mata yang sudah menonton mreka Tak Hanya Nona yang Bisa Makara Ratu Drama, Bung Juga Berpotensi Makara Raja Drama


Tidak ada hal yang tidak sanggup diperdebatkan bagi seorang drama king. Entah itu duduk masalah kecil, besar atau duduk masalah yang telah beralalu-lalu. Seorang drama king memang gemar membuat konflik yang menjadikan perdebatan secara jago dengan pasangan. Tapi tidak ada alasan yang terang kenapa hal tersebut diperdebatkan, apakah lantaran ingin beradu intelejensi atau hanya mencari kepuasan semata.


Bagi bung yang mendapati perilaku ibarat ini, lebih baik buang jauh-jauh hal tersebut. Karena hal ibarat itu sanggup membuat emosi nona akan memuncak sehingga relasi sanggup kandas di tengah jalan secara perlahan. Macam bom waktu, yang suatu dikala sanggup meledak.


Laki-laki Itu Suka Sepakbola Bukan Hiperbola!


 kemudian mendadak bertengkat jago tanpa tahu berapa banyak mata yang sudah menonton mreka Tak Hanya Nona yang Bisa Makara Ratu Drama, Bung Juga Berpotensi Makara Raja Drama


Hal diperdebatkan bagi drama king mungkin tidak lengkap apa bila tidak ada bumbu hiperbola. Hiperbola menjadi aksesori untuk membuat konflik. Agar permasalahan yang biasa menjadi tak biasa, permasalahan yang kecil seakan-akan menjadi besar. Kebesaran suatu konflik tergantung dari olahan hiperbola sang drama king.


Ketika duduk masalah yang berhasil dipatahkan oleh argumen pasangan lantaran dianggap tidak penting. Biasanya, sang drama king akan memulai tehnik hiperbola ini. Nampaknya, hiperbola menjadi bahasa kedua yang dilakukannya bung.


Bukan Hanya Anda, Tapi Setiap Orang Layak Mendapat Perhatian


 kemudian mendadak bertengkat jago tanpa tahu berapa banyak mata yang sudah menonton mreka Tak Hanya Nona yang Bisa Makara Ratu Drama, Bung Juga Berpotensi Makara Raja Drama


Seperti seorang artis kawakan yang kehilangan popularitas, sudah niscaya sensasi dibuat untuk kembali mendapat atensi. Sama halnya ibarat drama king, ia akan membuat banyak sekali hal kontroversi untuk membuatnya mendapat perhatian. Bahkan ia sanggup mengeluh dan berteriak untuk mendapat perhatian walaupun hanya secuil cuilan roti.


Kekurangan perhatian atau memang ingin selalu diperhatikan menjadi suatu alasan. Dan juga menjadi suatu jawaban dari yang berbuah lantaran mengapa drama king bersikap kontroversial bung. Adapun baiknya, apabila kekurangan perhatian lebih baik perhatikan orang lain. Karena kalau ingin diperhatikan orang lain, kasih dulu  perhatian bung kepada orang lain dengan cara mempedulikan. Bukan begitu bung?


Tidak Tahu Diri Tapi, Maunya Menang Sendiri


 kemudian mendadak bertengkat jago tanpa tahu berapa banyak mata yang sudah menonton mreka Tak Hanya Nona yang Bisa Makara Ratu Drama, Bung Juga Berpotensi Makara Raja Drama


Seperti seorang pementas di theater yang selalu tersorot spotlight, ia ingin selalu mendapat spotlight tersebut. Jangan hingga spotlight tersebut mengarah kepada orang lain walaupun hanya 3 detik saja. Mungkin itu yang ada di dalam pikiran seorang drama king bung. Sikap yang selalu ingin menang sendiri dan berpusat sebagai self-centre. Makara bung sanggup membayangkan apa yang dirasakan pasangan ketika berdampingan dengan soerang drama king?


Tata Surya Berpusat Kepada Matahari Bukan Bumi, Sama halnya dengan Hidup Itu Tentang Bersama Bukan Hanya Bunga Saja


 kemudian mendadak bertengkat jago tanpa tahu berapa banyak mata yang sudah menonton mreka Tak Hanya Nona yang Bisa Makara Ratu Drama, Bung Juga Berpotensi Makara Raja Drama


Arah topik pembicaraan yang dilemparkan juga seputar dirinya bung. Ia selalu ingin fokus tetap mengarah kepada dirinya. Bahkan ia tidak sudi kalau ada orang lain yang menyebarkan pengalamannya. Lantas ia akan membahas sesuatu hal perihal dirinya, membuat dirinya saja yang mendominasi pembicaraan.


Sikap ibarat ini memang tidak hanya terdapat pada drama king saja bung, namun hampir ke setiap individu. Namun seorang yang mempunyai sifat drama king juga cenderung bersikap apatis. Ia tidak memperdulikan orang lain kecuali dirinya sendiri bung. Lebih baik bersikap adil dengan porsi yang pas, dari pada bersikap menang sendiri lantaran itu perilaku yang tidak pantas.


Menengok Tanda, Sejauh Mana Bung Sudah Siap Mempersunting Si Nona

Konon katanya menikah itu ialah pilihan yang sulit, tapi apa iya bung serumit itu? Kami rasa ini bukanlah sesuatu yang harusnya dibentuk susah, lantaran bung hanya perlu menyelidiki kesiapan dan harapan dari dalam diri saja. Dan pastikan pula kalau calonnya sudah ada.


Lebih dari itu, hal lain yang tak kalah perlu ialah kasus kesiapan mental yang bung punya. Karena hidup berumah tangga bukan soal satu atap berdua dengan nona lalu membangun istana. Tapi ada kasus lain yang juga bung perlu siapkan dananya,  ya ini yang paling utama.


Tapi sebelum bung beranjak ke ranah apakah nona jodoh atau bukan, bung lebih dulu niscaya memastikan dalam diri. Apakah ada iman dalam sanubari yang sudah menciptakan bung ingin melangkah niscaya menuju pelaminan? Jika sedari tadi kami hanya mencecoki bung dengan halangan dan pertimbangan, kali ini cobaalah untuk memahami beberapa kemungkinan yang ingin kami sampaikan. Barangkali, bung juga sudah mulai merasakan.


Dewasa Bukan Hanya Perkara Bertambah Tua, Tetapi Soal Sikap dan Perilaku yang Bung Punya


Konon katanya menikah itu ialah pilihan yang sulit Menengok Tanda, Sejauh Mana Bung Sudah Siap Mempersunting Si Nona


Sikap dan perilaku, merupakan dua hal yang saling berkaitan. Kedua hal ini juga menjadi gambaran, apakah seseorang sudah masuk kategori sampaumur atau masih bersifat kekanak-kanakan. Untuk urusan laki-laki, apabila bung sudah mempunyai citra atau perencanaan masa depan, mulai memperkenalkan nona terhadap keluarga hingga rela menyisihkan waktu mu untuk nona. Berarti bung sudah sampaumur dan pantas menjadi suami.


Sikap dan perliku bung memang sudah harus menyerupai seorang suami, lantaran nanti kita akan menjadi kepala keluarga. Jadi, jangan hingga lupa kodratnya.


Bung Merasa Memiliki Peran Lebih Dalam Keluarga Sendiri


Konon katanya menikah itu ialah pilihan yang sulit Menengok Tanda, Sejauh Mana Bung Sudah Siap Mempersunting Si Nona


Sudah niscaya sebagai pria harus mempunyai tugas di dalam keluarga sendiri. Jangan hingga sikap hirau tak hirau terhadap keluarga menjadi bab dari diri laki-laki. Jelas saja sikap itu bakal menyulitkan bung, apalagi dikala bung membangun keluarga.


Bisa-bisa bung mengacuhkan mereka. Sudah sepantasnya pula bung harus mempunyai sikap peduli terhadap sekitar, apalagi keluarga sendiri. Karena pria menjadi penjaga setiap keluarga di mana pun ia berada, bukan hanya numpang makan dan tidur meskipun bayar tagihan listrik tiap bulannya.


Finansial Harus Terjamin Dengan Spesial, Agar Hidup Tak Ketiban Sial


Konon katanya menikah itu ialah pilihan yang sulit Menengok Tanda, Sejauh Mana Bung Sudah Siap Mempersunting Si Nona


Salah satu hal yang paling kursial, apalagi kalau bukan finansial. Ini lah yang bakal menjadi pangkal kehidupan bagi setiap orang selama di dunia. Bagi laki-laki, finansial niscaya menjadi pertimbangan mereka untuk menikah kini atau nanti. Karena secara klise, nona tidak bakal kenyang kalau dikasih makan cinta kan?


Bahkan berdasarkan Tina Tessina, Ph.D, seorang psikoterapis dari California menyampaikan bahwa secara biologis pria memiliki timing, terutama untuk ijab kabul dan terperinci berbeda dengan perempuan. Lucu kalau misalkan bung masih kesulitan melunasi tagihan pribadi, tetapi bermimpi untuk menjadi rujukan rezeki keluaga nanti. Biasanya pria bakal memikirkan hal itu lantaran mereka tidak mau menjadi beban bagi orang lain.


Tumbuh Naluri Ke-Ayahan Di Dalam Diri


Konon katanya menikah itu ialah pilihan yang sulit Menengok Tanda, Sejauh Mana Bung Sudah Siap Mempersunting Si Nona


Sifat keayahan seorang pria sanggup tumbuh seiring berjalannya waktu. Tidak harus dikala bung membangun rumah tangga, sebelum berumah tangga bahkan menikah pun, seharusnya ada nilai-nilai sikap seorang bapak yang sudah terpancar di dalam diri seorang laki-laki.


Bung, niscaya sanggup mencicipi dikala bung secara impulsif ingin melakukan. Ketika bung sudah terpancar nalu ke-ayahan, otomatis rasa ingin meminang nona sebagai istri bakal hadir. Karena tak kuasa ingin mendapat buah hati dari orang yang terkasihi.


Yakin Kalau Nona Adalah Pelengkap Hidup Sampai Udara Tak Mampu Dihirup


Konon katanya menikah itu ialah pilihan yang sulit Menengok Tanda, Sejauh Mana Bung Sudah Siap Mempersunting Si Nona


Jodoh, memang kasus yang rumit. Tidak ada patokan atau pun tanda secara niscaya apakah nona merupakan serpihan jiwa. Bung niscaya juga bertanya-tanya apakah nona merupakan orang yang ditakdirkan untuk hidup bersama.


Namun, biasanya ada iman dalam diri seseorang di mana bung merasakan, kalau nona ialah orang yang pas untuk jadikan pasangan hidup. Keyakinan biasanya tumbuh sehabis bung menjalani hidup bersama pasangan. Apabila bung sudah mencicipi beberapa hal itu semua, biasanya bung yakin untuk hidup beristri.


Deretan Kendaraan Beroda Empat Periode 90-An Yang Masih Menjadi Dambaan

Bagi bung yang terlahir di masa 90-an, niscaya mengamini kalau masa tersebut menjadi masa yang terbaik yang sangat diidam-idamkan untuk dirasakan kembali. Terlebih lagi soal otomotifnya khususya si roda empat, yang juga tak kalah menarik. Bahkan keluaran produknya masih eksis hingga kini.


Di mana masih betransmisi manual dengan desain yang cukup bisa dibilang elegan dan tidak norak. Sehingga banyak pecinta roda empat masih mendambakan beberapa kendaraan beroda empat yang keluar di masa 90-an.


Di zaman millenium mirip sekarang, kendaraan beroda empat 90-an memang sudah sangat sulit untuk ditemukan. Paling hanya berada di komunitas tertentu saja, meskipun renta tetapi daya tarik akan pesonanya masih tetap tinggi. Bahkan kekal tidak simpel di makan zaman. Sulitnya mendapat sparepart niscaya menjadi salah satu alasan. Padahal, tidak sedikit orang yang masih ingin menikmati atau bernostalgia dengan kendaraan beroda empat di zaman mudanya.


Honda Civic Estilo


 niscaya mengamini kalau masa tersebut menjadi masa yang terbaik yang sangat diidam Deretan Mobil Era 90-an yang Masih Menjadi Dambaan


Mobil dua pintu identik sebagai kendaraan beroda empat mahal, elegan dan classy. Kalau bung tak bisa untuk berlabuh ke kendaraan beroda empat kolam lamborghini, tak ialah salahnya menikmati kendaraan beroda empat dua pintu mirip Honda Civic Estilo. Diproduksi di Indonesia pada tahun 1992 hingga 1995, kendaraan beroda empat ini menjadi salah satu dambaanya.


Tapi agak sulit untuk mendapat kendaraan beroda empat ini kini dengan kondisi standar pabrik, palingan bung bisa mendapat dengan kondisi interior atau mesin yang sudah diotak-atik. Mengantongi 1.600 cc, Civic Estilo mempunyai mesin 4 Silinder Segaris SOHC  dengan 16 katup. Bagi bung yang masih mencari kendaraan beroda empat ini masih terbilang mahal, bahkan diberbagai lapak online ada yang membanderol hingga mencapai harga Rp 130 juta.


BMW 318i M40


 niscaya mengamini kalau masa tersebut menjadi masa yang terbaik yang sangat diidam Deretan Mobil Era 90-an yang Masih Menjadi Dambaan


Dari negeri Samurai, mari kita begeser ke Eropa bung, di mana BMW mengeluarkan BMW 318i M40 yang diproduksi di tahun 1989. Lucunya dari segi powet steering, termasuk ke dalam kategori ringan ketimbang kendaraan beroda empat murah yang menjamur sekarang.


Karena sebagaimana diketahui, kalau kendaraan beroda empat keluaran Eropa memang menonjolkan kenyamanan bagi pengemudi. Untuk segi performa, sangat disarankan bung mengambil keluaran tahun 1990 alasannya ialah menjanjikan performa mesin terbaik. Mesin yang diusung ialah mesin 24 katup empat silinder yang berkapasitas 1.8 liter yang bisa mengeluarkan tenaga 100 Kw.


Dengan kondisi prima kendaraan beroda empat ini sanggup melaju hingga 202 Km/jam. Untuk harga kendaraan beroda empat ini dibanderol dari harga Rp 44 juta hingga Rp 80 juta di situs online.


Toyota Starlet


 niscaya mengamini kalau masa tersebut menjadi masa yang terbaik yang sangat diidam Deretan Mobil Era 90-an yang Masih Menjadi Dambaan


Apabila bung tumbuh besar di masa 90-an, otomatis bung tahu kalau kendaraan beroda empat berjenis hatchback ini sering digunakan kaula muda alasannya ialah dianggap gaul dan stylish. Toyota Starlet, kendaraan beroda empat yang menghiasi waktu cukup panjang di belantika Indonesia karena diproduksi oleh pabrikan Toyota pada tahun 1978 hingga 1999.


Segi performa kendaraan beroda empat ini cukup bertenaga dan tidak tanggung-tanggung, Toyota pribadi mengeluarkan tiga varian dengan jenis mesin yang berbeda-beda. Untuk harga, Toyota Starlet 1.3 SEG dibanderol dari Rp 50 juta hingga Rp 75 juta sedangkan Toyota Starlet 1.0 XL berada di angka Rp 35 juta hingga Rp 40 juta.


Mazda Astina 323


 niscaya mengamini kalau masa tersebut menjadi masa yang terbaik yang sangat diidam Deretan Mobil Era 90-an yang Masih Menjadi Dambaan


Maza Astina 323 mungkin menjadi salah satu legenda kendaraan beroda empat Indonesia tahun 90-an di Indonesia. Lantaran kendaraan beroda empat ini mempunyai lampu model pop-up yang sanggup terbuka dan tertutup. Pertama kali berada di Indonesia pada tahun 1992, sudah barang tentu ini menjadi pesaing beberapa kendaraan beroda empat di Indonesia yang ketika itu booming seperti Honda Civic Estilo, Toyota Starlet hingga Suzuki Amenity.


Untuk urusan akselerasi, kendaraan beroda empat ini dibekali mesin berkapasitas 1800 cc dengan didukung injeksi 4 silinder segaris 16 katup. Dari segi harga kendaraan beroda empat ini kini dibanderol dari harga Rp 35 juta hingga Rp 65 juta.


Mitsubishi Lancer


 niscaya mengamini kalau masa tersebut menjadi masa yang terbaik yang sangat diidam Deretan Mobil Era 90-an yang Masih Menjadi Dambaan


Mobil Mitsubishi Lancer DanGan pertama meluncur pada tahun 1988 dan merupakan salah satu kendaraan beroda empat populer di era-nya. Di mana desain kendaraan beroda empat keluaran Mitsubishi dirancang dengan bab depan yang mirip hiu. Kecepatanya pun tak sanggup diremehkan alasannya ialah sanggup melesat dengan cepat.


Mitsubishi Lancer kini dibanderol dengan harga Rp 26 juta, bahkan ada yang mencapai Rp 57 juta untuk keluaran tahun 1993.


Kira-kira bung lebih ingin yang mana?


 


Tipe Bekerjasama Yang Riskan Sanggup Putus Di Tengah Jalan

Berpacaran bukanlah jalan tol yang lenggang, suatu kali bung mungkin akan menghadapi yang namanya peertentangan dan cekcok kecil-kecilan. Dan alasannya sanggup jadi bukan lantaran keadaan, tetapi lantaran cara berafiliasi yang salah tapi tetap dipertahankan.


Saat bung menjalin hubungan, memang tidak ada bayangan bakal melaksanakan apa dan berbuat mirip apa. Paling, bung bakal menjalaninya mirip orang normal. Berbagi perhatian, menjaga komitmen dan tetapi berkomunikasi. Simple kan?


Namun, dibalik berafiliasi antara bung dengan nona yang katanya normal. Bisa saja ada salah kaprah dalam implementasinya. Mungkin berat sepihak atau sanggup saja berpasangan tapi rasanya mirip sendirian. Kalau berpacaran mirip ini terang menyusahkan, jadi lebih baik sendiri dari pada berpasangan kan?


Agar tak terjebak lebih lama, bung perlu lihat kira-kira apa sebabnya?


Daripada Si Nona, Bung Kaprikornus Pihak yang Lebih Peduli Atas Hubungan yang Sedang Dijalani


Berpacaran bukanlah jalan tol yang lenggang Tipe Berhubungan yang Riskan Dapat Putus Di Tengah Jalan


Sejatinya orang berpacaran ialah proses timbal balik dan saling dirasakan satu sama lain. Tetapi kalau yang dirasakan hanya berat di satu sisi saja, rasanya kekerabatan enggan untuk bertahan lama. Bung lebih peduli kepada nona, mirip terus menawarkan perhatian padahal meeting sedang berjalan.


Akan tetapi anehnya si nona tidak menawarkan sebaliknya, ia bahkan lebih asik dengan dunia dan temannya ketimbang bung sebagai pasangannya. Ketidakseimbangan kekerabatan terang menciptakan kekerabatan bung berada di tahap was-was. Dan tipe kekerabatan mirip ini rasanya sangat riskan untuk berjalan dan sanggup putus ditengah jalan.


Hanya Cinta Karena Fisik Bukan Karena Sikapnya yang Baik


Berpacaran bukanlah jalan tol yang lenggang Tipe Berhubungan yang Riskan Dapat Putus Di Tengah Jalan


Fisik memang tak sanggup ditampik, yang menarik selalu menjadi pilihan dan tak bakal terusik. Tetapi fisik tidak akan abadi bung, lantaran fisik sanggup berubah seiring berjalan waktu. Mungkin nona yang bung kagumi dan cintai kini masih terlihat matang secara penampilan, tapi 20 tahun kemudian? siapa yang sanggup menjanjikan kalau ia bakal terus menawan? Bisa jadi bung malah kepincut kembang cukup umur atau gadis yang masih perawan nantinya. Dan nona? bakal tutup buku dalam kamus asmara.


Berhubungan Atas Dasar Kasihan, Memangnya Pasanganmu Gelandangan?


Berpacaran bukanlah jalan tol yang lenggang Tipe Berhubungan yang Riskan Dapat Putus Di Tengah Jalan


Mungkin bung yang berpacaran dengan tipe mirip ini termasuk dalam kategori orang-orang yang baik, dan orang yang selalu siap menolong siapa pun dalam kondisi apa pun. Termasuk terhadap pasangan sendiri. Bung tidak sanggup membedakan antara simpati dengan cinta, sehingga nona yang sedang bercerita kalau hidupnya awut-awutan atau disakiti oleh pria di luar sana menciptakan bung iba.


Lalu tanpa sadar, berniat menolong hidupnya dari jeratan asmara. Bung sangat mulia, tapi kekerabatan ini paling hanya bertahan sebentar saja. Karena tipe berafiliasi mirip ini tidak ada rasa cinta, hanya diselimuti rasa iba, simpati dan kasihan. Kalau bung sudah membuatnya bahagia? apakah tak mungkin bung bakal pergi meninggalkannya?


Tak Bisa Meninggalkan Karena Kebaikan, Tetapi Tak Yakin Secara Keseluruhan


Berpacaran bukanlah jalan tol yang lenggang Tipe Berhubungan yang Riskan Dapat Putus Di Tengah Jalan


Tak ada seseorang yang tidak mendambakan mendapat pasangan yang baik. Apalagi pasangan yang baik dalam kategori istri idaman, sanggup jadi menciptakan bung berfikir dua kali untuk meninggalkannya. Apalagi mencari pengganti. Sehingga bung rela mempertahankan untuk berafiliasi meskipun bung merasa tidak srek soal penampilan.


Kalau hanya menonjolkan satu sisi saja terang tidak bakal bertahan. Karena dalam berafiliasi ada unsur saling mengasihi satu sama lain, kalau bung merasa takut meninggalkan lantaran takut tidak sanggup seseorang yang baiknya mirip nona, itu ialah hal yang salah.


Dibutakan Cinta Padahal Hati Seringkali Tersiksa


Berpacaran bukanlah jalan tol yang lenggang Tipe Berhubungan yang Riskan Dapat Putus Di Tengah Jalan


Kalau tipe yang satu ini mungkin bung sudah termasuk dalam kategori pria bucin atau budak cinta . Sehingga bung disuruh apa saja, selalu mengiyakan dan tidak sanggup menolak. Bahkan nona kerap kali kepergok jalan dengan pria lain, namun bung selalu memaafkan lantaran rasa sayang dan takut kehilangan.


Mungkin pada awalnya bung sanggup untuk mempertahankan tetapi untuk kedepannya? siapa yang sanggup menjamin bung? Sikap bung yang demikian, mirip bom waktu yang sanggup meledak kapan pun. Ketika bung sudah merasa cukup “dibodohi” otomatis bung bakal emosi. Setelah 2-3 bulan berpisah bung bakal sadar, kalau mempertahankan kekerabatan mirip ini ialah hal terbelakang yang bung pernah lakukan.


 


Menjadi Sampaumur Memang Tak Lagi Menyenangkan, Alasannya Ialah Makin Tahu Mana Impian Dan Kenyataan

Bukan ingin merasa diri paling tahu, tapi bung mungkin juga mencicipi hal yang sama. Jika semakin cukup umur kita, sebanyak banyak saja hal sulit yang kian terasa. Terutama dalam urusan karir, asmara, sampai pada kasus pemikiran yang dituntut harus lebih bijaksana.


Ya, benar memang bung. Hidup menjadi pria cukup umur memanglah tak mudah. Bahkan meski para motivator di tv kerap berbicara banyak untuk diam-diam hidup mudah, nyatanya semua itu tak semudah kelihatannya. Berbagai macam kasus yang ada pun kerap jadi pelajaran, bahwa hidup konkret tak semudah yang dulu pernah kita bayangkan.


Waktu Kecil Merangkai Masa Depan Bagaikan Mainan, Tapi Nyatanya yang Terjadi Kadang Jauh Dari Harapan


 tapi bung mungkin juga mencicipi hal yang sama Menjadi Dewasa Memang Tak Lagi Menyenangkan, Karena Makin Tahu Mana Harapan Dan Kenyataan


Bung masih ingat ketika Taman Kanak-kanak atau SD pada ketika ditanya seorang guru mau jadi apa ketika besar nanti? bung niscaya mengambil balasan standar menyerupai Dokter, Astronot, dan Tentara. Kenyataanya ketika dewasa, bung hanya menjadi karyawan yang biasa saja, yang tak sabar menunggu selesai pekan di setiap minggu. Ironis? gambarannya merancang impian tidak semudah yang dibayangkan.


Apalagi dalam soal asmara dan keuangan. Ketika remaja menjalani cinta monyet saja sudah sebegitu serunya. Walaupun terkadang hiperbola dalam menyikapi permasalahannya, sudah menyerupai prahara di rumah tangga. Untuk keuangan, masih santai sebab ada orang renta yang masih bertanggung jawab. Mungkin sepenggal lirik “waktu ku kecil. Hidupku amatlah senang” terlintas sesaat di kepala. Karena menjadi cukup umur tidak mudah.


Berapa Banyak Uang yang Bung Miliki? Katanya Di Umur 27 Ingin Mandiri


 tapi bung mungkin juga mencicipi hal yang sama Menjadi Dewasa Memang Tak Lagi Menyenangkan, Karena Makin Tahu Mana Harapan Dan Kenyataan


Ketika melepas toga, mendapatkan ijazah atau bahkan lulus SMA. Sudah memiliki sasaran tinggi untuk bekerja merupakan pencapaian yang bagus. Karena banyak  yang masih ingin berleha-leha menikmati masa indah ketika lulus kuliah, seraya berpesta dikarenakan telah melewati ganasnya skripsi. Padahal hidup sehabis skripsi lebih angker dari pada yang dikira.


Alasan untuk bekerja lebih cepat ialah ingin hidup yang berdikari secara finansial. Tidak lagi merepotkan orang tua, dengan meminta uang bulanan dan membalas jasanya walaupun tak ternilai. Tapi ketika telah bekerja,  rutinitas dan gajinya kadang tidak sama. Bahkan, untuk menyisihkan ke orang renta saja jumlahnya masih kurang, tapi bung tetap memaksakan. Alhasil, ketika selesai bulan masih menadah tangan untuk meminta meskipun sekedar uang jajan atau ongkos jalan.


Entah Mana yang Harus Diprioritaskan Antara Mencari Pasangan Atau Pekerjaan


 tapi bung mungkin juga mencicipi hal yang sama Menjadi Dewasa Memang Tak Lagi Menyenangkan, Karena Makin Tahu Mana Harapan Dan Kenyataan


Mencari pasangan ketika sudah beranjak cukup umur di umur 25-an atau pun lebih, sangat berbeda ketika masa Sekolah Menengan Atas atau kuliah. Umur yang sebenarnya memang belum terlalu renta untuk mencari, jikalau pun ada yang sehati paling rentan umur sanggup lebih jauh lebih muda. Karena perempuan yang seumuran niscaya targetnya eksklusif pelaminan tanpa berlama-lama menghabiskan waktu kencan.


Tapi bung tak sanggup menyerupai itu. Mengenali pasangan luar dalam dengan tau latar belakang keluarga, sudah menjadi bobot utama ketika dewasa. Tak mau salah pilih pasangan menciptakan bung lebih lihai dan cerdik dalam berkenalan. Alhasil bung mencari yang lebih muda, bukan sebab sanggup dibohongi menyerupai kata mereka. Tapi hanya ingin memastikan akrab dan kenal dengan waktu yang cukup lama. Kalau pun ada yang sebaya, paling juga sobat lama.


Bermimpi Memiliki Hidup yang Ideal, Seringnya Ini Hanya Makara Mimpi yang Bebal


 tapi bung mungkin juga mencicipi hal yang sama Menjadi Dewasa Memang Tak Lagi Menyenangkan, Karena Makin Tahu Mana Harapan Dan Kenyataan


Menjalani hidup ideal dengan menargetkan sanggup membeli rumah, memiliki investasi dan mempersiapkan tabungan untuk menikah. Kalau diurutkan memang mudah. Dicatat di satu buku catatan yang berjudul “menata masa depan”. Bung, hal menyerupai itu tak selamanya berhasil. Karena menjalani hidup yang ideal hanyalah fana.


Segala hal dalam kehidupan berjalan serba cepat dan dinamis, segala kebutuhan dan keinginan akan terus berganti secara cepat. Mungkin saja di 5 atau 10 tahun lagi, membeli rumah sudah tidak sanggup lagi digapai orang umum, terutama di kawasan ibu kota. Hanya akan ada apartemen yang sanggup dibeli. Kehidupan ideal ternyata tidak sesusai dengan catatan masa depan yang sudah usang.


Bahkan Banyak Hal yang Diimpikan Hanya Makara Sebuah Ungkapan


 tapi bung mungkin juga mencicipi hal yang sama Menjadi Dewasa Memang Tak Lagi Menyenangkan, Karena Makin Tahu Mana Harapan Dan Kenyataan


Ini merupakan hal yang paling tidak mengenakkan. Di mana sesuatu hal yang kita mimpi-mimpikan tidak sesuai dengan kenyataan. Seperti salah satu adegan di film romantika 500 Days Of Summer, di mana ada dua sisi yang diperlihatkan antara ekspetasi dan realita. Untuk mendapatkan suatu kenyataan hanyalah dengan kedewasaan, sebab tidak sanggup ditangani dengan cara apa pun.


Seperti ingin menikah di umur 26 biar ketika anak sudah dewasa, umur orang renta tidak jauh jaraknya. Namun bagaimana mau menikah? jodoh pun tak kelihatan di pelupuk mata. Ingin membelikan orang renta sesuatu tapi tidak sanggup dicapai sebab kebutuhan semakin menggunung.


Berharap sudah menjadi karyawan tetap di umur 27, tapi di umur 26 saja sudah 4 kali ganti pekerjaan. Bung menjadi cukup umur memang tak seusai ekspetasi, yang penting tetaplah bermimpi dan jangan menyerah, sebab menggapai mimpi lebih mulia dari pada pria yang patah arah.