Menengok Tanda, Sejauh Mana Bung Sudah Siap Mempersunting Si Nona

Posted by Ganas003 on 21.08 in ,

Konon katanya menikah itu ialah pilihan yang sulit, tapi apa iya bung serumit itu? Kami rasa ini bukanlah sesuatu yang harusnya dibentuk susah, lantaran bung hanya perlu menyelidiki kesiapan dan harapan dari dalam diri saja. Dan pastikan pula kalau calonnya sudah ada.


Lebih dari itu, hal lain yang tak kalah perlu ialah kasus kesiapan mental yang bung punya. Karena hidup berumah tangga bukan soal satu atap berdua dengan nona lalu membangun istana. Tapi ada kasus lain yang juga bung perlu siapkan dananya,  ya ini yang paling utama.


Tapi sebelum bung beranjak ke ranah apakah nona jodoh atau bukan, bung lebih dulu niscaya memastikan dalam diri. Apakah ada iman dalam sanubari yang sudah menciptakan bung ingin melangkah niscaya menuju pelaminan? Jika sedari tadi kami hanya mencecoki bung dengan halangan dan pertimbangan, kali ini cobaalah untuk memahami beberapa kemungkinan yang ingin kami sampaikan. Barangkali, bung juga sudah mulai merasakan.


Dewasa Bukan Hanya Perkara Bertambah Tua, Tetapi Soal Sikap dan Perilaku yang Bung Punya


Konon katanya menikah itu ialah pilihan yang sulit Menengok Tanda, Sejauh Mana Bung Sudah Siap Mempersunting Si Nona


Sikap dan perilaku, merupakan dua hal yang saling berkaitan. Kedua hal ini juga menjadi gambaran, apakah seseorang sudah masuk kategori sampaumur atau masih bersifat kekanak-kanakan. Untuk urusan laki-laki, apabila bung sudah mempunyai citra atau perencanaan masa depan, mulai memperkenalkan nona terhadap keluarga hingga rela menyisihkan waktu mu untuk nona. Berarti bung sudah sampaumur dan pantas menjadi suami.


Sikap dan perliku bung memang sudah harus menyerupai seorang suami, lantaran nanti kita akan menjadi kepala keluarga. Jadi, jangan hingga lupa kodratnya.


Bung Merasa Memiliki Peran Lebih Dalam Keluarga Sendiri


Konon katanya menikah itu ialah pilihan yang sulit Menengok Tanda, Sejauh Mana Bung Sudah Siap Mempersunting Si Nona


Sudah niscaya sebagai pria harus mempunyai tugas di dalam keluarga sendiri. Jangan hingga sikap hirau tak hirau terhadap keluarga menjadi bab dari diri laki-laki. Jelas saja sikap itu bakal menyulitkan bung, apalagi dikala bung membangun keluarga.


Bisa-bisa bung mengacuhkan mereka. Sudah sepantasnya pula bung harus mempunyai sikap peduli terhadap sekitar, apalagi keluarga sendiri. Karena pria menjadi penjaga setiap keluarga di mana pun ia berada, bukan hanya numpang makan dan tidur meskipun bayar tagihan listrik tiap bulannya.


Finansial Harus Terjamin Dengan Spesial, Agar Hidup Tak Ketiban Sial


Konon katanya menikah itu ialah pilihan yang sulit Menengok Tanda, Sejauh Mana Bung Sudah Siap Mempersunting Si Nona


Salah satu hal yang paling kursial, apalagi kalau bukan finansial. Ini lah yang bakal menjadi pangkal kehidupan bagi setiap orang selama di dunia. Bagi laki-laki, finansial niscaya menjadi pertimbangan mereka untuk menikah kini atau nanti. Karena secara klise, nona tidak bakal kenyang kalau dikasih makan cinta kan?


Bahkan berdasarkan Tina Tessina, Ph.D, seorang psikoterapis dari California menyampaikan bahwa secara biologis pria memiliki timing, terutama untuk ijab kabul dan terperinci berbeda dengan perempuan. Lucu kalau misalkan bung masih kesulitan melunasi tagihan pribadi, tetapi bermimpi untuk menjadi rujukan rezeki keluaga nanti. Biasanya pria bakal memikirkan hal itu lantaran mereka tidak mau menjadi beban bagi orang lain.


Tumbuh Naluri Ke-Ayahan Di Dalam Diri


Konon katanya menikah itu ialah pilihan yang sulit Menengok Tanda, Sejauh Mana Bung Sudah Siap Mempersunting Si Nona


Sifat keayahan seorang pria sanggup tumbuh seiring berjalannya waktu. Tidak harus dikala bung membangun rumah tangga, sebelum berumah tangga bahkan menikah pun, seharusnya ada nilai-nilai sikap seorang bapak yang sudah terpancar di dalam diri seorang laki-laki.


Bung, niscaya sanggup mencicipi dikala bung secara impulsif ingin melakukan. Ketika bung sudah terpancar nalu ke-ayahan, otomatis rasa ingin meminang nona sebagai istri bakal hadir. Karena tak kuasa ingin mendapat buah hati dari orang yang terkasihi.


Yakin Kalau Nona Adalah Pelengkap Hidup Sampai Udara Tak Mampu Dihirup


Konon katanya menikah itu ialah pilihan yang sulit Menengok Tanda, Sejauh Mana Bung Sudah Siap Mempersunting Si Nona


Jodoh, memang kasus yang rumit. Tidak ada patokan atau pun tanda secara niscaya apakah nona merupakan serpihan jiwa. Bung niscaya juga bertanya-tanya apakah nona merupakan orang yang ditakdirkan untuk hidup bersama.


Namun, biasanya ada iman dalam diri seseorang di mana bung merasakan, kalau nona ialah orang yang pas untuk jadikan pasangan hidup. Keyakinan biasanya tumbuh sehabis bung menjalani hidup bersama pasangan. Apabila bung sudah mencicipi beberapa hal itu semua, biasanya bung yakin untuk hidup beristri.