Ketika Para Instruktur Ahli Pernah Menghuni Barcelona Untuk Mewariskan Ilmu

Posted by Ganas003 on 21.08 in

Barcelona memang populer sebagai tim hebat, dihuni oleh para pemain bertalenta hasil olahan sendiri menciptakan nama Barcelona semakin menjadi-jadi. Tanpa perlu disebut satu per satu, Bung niscaya tahu siapa saja mereka bukan? Akan tetapi, melirik dari kiprah tim Spanyol yang berkeinginan memisahkan sendiri sebagai Catalunya, ternyata juga dihuni oleh instruktur mahir yang populer dengan taktik ciamik yang mematikan taktik dan permainan lawan.


Jadi masuk akal saja jikalau tim sekelas Barcelona paling hobi untuk mengoleksi banyak trofi. Sebagai sebuah tim, tugas instruktur memang tidak bisa dikesampingkan. Meskipun banyak pula yang berujar bahwa melatih Barcelona itu gampang selama Lionel Messi masih berada di sana. Padahal tak menyerupai itu juga logikanya, sebab hingga detik ini Argentina belum merasakan gelar Piala Dunia sejak Messi sudah berseragam di sana.


Mendatangi Ronaldinho Menyambut Kembali Kejayaan yang Sempat Melongo


Barcelona memang populer sebagai tim mahir Ketika Para Pelatih Hebat Pernah Menghuni Barcelona Untuk Mewariskan Ilmu


Kata siapa kedatangan Frank Rijkaard disambut suka cita oleh pendukung Barcelona? Dari awal tidak ada ekspetasi tinggi bahkan skeptis ketika Frank Rijkaard mulai menandatangani kontrak bersama Barcelona di tahun 2003. Tetapi semua itu berubah di ketika instruktur asal Belanda memboyong pemain murah senyum nan fenomenal, Ronaldinho di tahun yang sama. Meskipun demam isu awalnya hanya bisa finish di urutan kedua.


Tetapi pada demam isu selanjutnya Rijkaard mengambarkan bahwa membangun tim tidak bisa instan tetapi harus pelan-pelan. Alhasil, gelar La Liga 2004/2005 dan 2005/2006. Serta trofi Liga Champions 2005/2006 menjadi torehannya. Namun, 5 tahun kemudian Rijkaard dipecat sesudah kalah 1-4 dari seteru abadinya, Real Madrid.


Pelatih asal Slovakia yang Memberikan 5 Gelar Dalam Satu Tahun


Barcelona memang populer sebagai tim mahir Ketika Para Pelatih Hebat Pernah Menghuni Barcelona Untuk Mewariskan Ilmu


Mungkin tak banyak yang tahu siapa Ferdinand Daucik, akan tetapi instruktur yang satu ini sangat sukses ketika menukangi Barcelona di era 1950-an. Dengan memperlihatkan 5 trofi dalam satu tahun, lewat kepelatihannya pula muncul juga nama-nama Kubala, Pedro Pablo Velasco, Antoni Ramallets, dan Joan Segarra, yang merupakan nama-nama besar di jamannya. Melatih dari tahun 1950, Daucik memperlihatkan dua gelar La Liga, tiga Copa del Generalisimu, satu Copa Latina, dan satu Copa Eva Duarte. 4 tahun berselang, Daucik pun angkat kaki dari Catalunya sebab mempunyai perbedaan dengan skuad tim utama.


Mengangkat Derajat Pemain Muda, Membuat Dikenalnya La Masia


Barcelona memang populer sebagai tim mahir Ketika Para Pelatih Hebat Pernah Menghuni Barcelona Untuk Mewariskan Ilmu


Pelatih yang pernah berseragam Barcelona dengan mengisi barisan pertahanan merupakan instruktur yang sangat fenomenal. Ketika Barcelona berdiri dengan kedatangan Ronaldinho, Deco, dan Ludovic Giuly, justru gugusan pemain itu tidak terpakai ketika Guardiola mulai melatih, bahkan ia meminggirkan Zlatan ibrahimovic dari skuadnya.


Guardiola gemar memanfaatkan bakat-bakat La Masia di tim utama menyerupai Sergio Busquets dan Pedro Rodriguez yang berhasil promosi ke tim utamanya lewat tangannya. Total sudah 14 gelar yang dihasilkan Pep Guardiola untuk Barcelona termasuk dua trofi Liga Champions. Secara statitik juga fantastis Bung, total berkelahi di bawah kepemimpinannya yaitu 247 berkelahi dengan hasil 179 kemenangan, 47 hasil imbang, dan hanya 21 kalah.


Kembali Bertemu Sebagai Pelatih Kepala Setelah Sebelumnya Menjadi Punggawa


Barcelona memang populer sebagai tim mahir Ketika Para Pelatih Hebat Pernah Menghuni Barcelona Untuk Mewariskan Ilmu


Hampir sama kisahnya menyerupai Pep Guardiola, Luis Enrique dulunya juga pernah mengisi pos tengah selama berseragam Barcelona kala menjadi pemain. Kemudian di tahun 2008 ia sempat menukangi Barcelona B selama dua tahun. Setelah melanglang buana dengan melatih AS Roma dan Celta Vigo, atas rekomendasi dari Andoni Zubizarreta, mantan rekan satu timnya ketika membela Tim Nasional Spanyol, kesudahannya Enrique resmi melatih Barcelona di tahun 2014. Hanya butuh 3 tahun bagi Luis Enrique untuk menyuguhkan 9 trofi, salah satunya yaitu satu trofi Liga Champions di tahun 2015. Sekarang Luis Enrique digosipkan bakal melatih beberapa tim besar menyerupai Arsenal atau Chelsea.


Warisan Tiki-taka Dituangkan Olehnya Kemudian Dimatangkan Catalunya


Barcelona memang populer sebagai tim mahir Ketika Para Pelatih Hebat Pernah Menghuni Barcelona Untuk Mewariskan Ilmu


Saat meninggal dua tahun kemudian sempurna pada tanggal 24 Maret 2016, Barcelona mungkin menjadi salah satu tim yang paling berduka selain Ajax Amsterdam. Secara karir Cruyff memang sangat fenomenal, tetapi kiprahnya sangat harum ketika menjabat sebagai instruktur Barcelona di awal 1990-an.


Dominasi Barcelona ketika ini yaitu berkat dirinya, alur permainan tiki-taka pun bahkan terlahir dari dirinya. Secara keseluruhan selama melatih, Cruyff berhasil menghasilkan empat gelar La Liga, satu Liga Champions, satu Piala Winners, satu Copa del Rey, satu Piala Super Eropa, dan tiga Piala Super Spanyol. Namun dibalik gelar tersebut, peninggalan tiki-taka-nyalah yang sangat berarti bagi Barcelona.