Perseteruan Di Lintasan Tak Memakan Korban, Namun Menutup Kekerabatan Kedua Pebalap Kawakan

Posted by Ganas003 on 21.08 in

Saling angkat topi dan tebar puji pernah dilakukan kedua pebalap ini. Tetapi sesudah kejadian di balapan seri kedua Moto GP Argentina, membuat korelasi keduanya kembali renggang. Valentino Rossi dan Marc Marquez, merupakan kedua pebalap yang sengit beradu ketika di lintasan, aroma sarat intrik dan perang urat syaraf pun tak terhindarkan. Duel di lintasan kedua pebalap ini sudah menjadi pemandangan bersahabat yang tersaji. Insiden berbalut drama dengan melibatkan dua pebalap Yamaha dan Honda yang mempunyai korelasi berbeda ini pun kerap terjadi.


Tepat di lap ke-20 kejadian terjadi. Saat Marquez yang coba merangsek masuk, malah membuat Rossi terjatuh. Alhasil Rossi tidak bisa melanjutkan balapan kembali dan hanya bisa finish di posisi ke-19. Drama tak berhenti hingga di situ, sesudah balapan usai, Marquez yang finish di posisi ke-5 ingin meminta maaf kepada Rossi.


Pahitnya, dikala mendatangi sangkar Yamaha, bukan Rossi yang menyambut melainkan Alessio Salucci. Bahkan, sahabat dari Rossi tersebut menghalangi Marquez untuk meminta maaf. Mungkin unsur kesengajaan yang dilakukan Marquez kepada Rossi, membuatnya naik pitam. Kalau kesalahan dilakukan dengan alasan sengaja buat apa minta maaf juga? Tak ada jaminan kedepannya sang pelaku bakal insyaf. Kejadian ini berimbas pada korelasi kedua pebalap yang bakal mengakar panjang, bahkan hingga selesai kompetisi.


Tindak Tanduk Marquez Merusak Citra Olahraga


Saling angkat topi dan tebar puji pernah dilakukan kedua pebalap ini Perseteruan Di Lintasan Tak Memakan Korban, Namun Menutup Hubungan Kedua Pebalap Kawakan


Rossi nampak memuncak kekesalannya karena dijatuhkan secara sengaja (menurutnya) di seri Argentina. Bahkan Rossi menyatakan bila tindakan atau gaya balapan Marquez merusak gelaran ajang balapan sekelas Moto GP. “Ini yaitu situasi yang sangat buruk. Dia menghancurkan olahraga kami sebab ia tak punya sedikit pun respek terhadap para rival. Tidak pernah,” kata Rossi dikutip dari bola.com.


Lebih lanjut lagi, Rossi merasa tidak ada kata yang sempurna selain ‘sengaja’. Ya, Marquez sengaja menjatuhkannya dan itu bukan kesalahan yang dilakukan seorang pebalap profesional sekelas Marquez. “Marquez sengaja melakukannya, itu bukan kesalahan. Dia berada di titik antara kaki dan sepeda motor, sebab ia tahu ia tidak akan terjatuh, tapi pembalap lain yang akan jatuh,” pungkas Rossi.


Rossi Terjatuh Bukan Gara-gara Saya, Begitu Ujarnya


Saling angkat topi dan tebar puji pernah dilakukan kedua pebalap ini Perseteruan Di Lintasan Tak Memakan Korban, Namun Menutup Hubungan Kedua Pebalap Kawakan


Menurut Rossi, tak bisa melanjutkan balapan hingga berdampak berada di posisi buncit merupakan ulah dari Marc Marquez. Seorang pebalap yang mempunyai julukan The Baby Alien yang sempat dikaguminya kala debut perdana di tahun 2013. Marquez menampik bila ia  melaksanakan kesalahan pada Rossi. Meskipun ia mencoba meminta maaf, namun hal tersebut dilakukannya hanya untuk menerangkan itikad baik sebagai sesama pebalap.


“Dengan Valentino, saya pikir saya tidak melaksanakan kegilaan apa pun. Maksud saya, saya berada di tikungan, berusaha memahami kondisi trek. Saya memang bersenggolan, saya berusaha membelok dan lalu ketika melihat ia terjatuh saya berusaha meminta maaf,” kata Marquez dikutip dari bola.com


Sebelum Balapan Dimulai Pun, Marquez Telah Melakukan Beberapa Kesalahan


Saling angkat topi dan tebar puji pernah dilakukan kedua pebalap ini Perseteruan Di Lintasan Tak Memakan Korban, Namun Menutup Hubungan Kedua Pebalap Kawakan


Kejadian pertama yang eksklusif menyeret nama Marquez dalam pelanggaran yaitu sesudah pemanasan. Di mana kondisi motor miliknya mengalami selesai hidup mesin. Karena tak ingin ketinggalan, pebalap Honda ini pun bertahan mendorong motornya dengan keinginan mesin kembali menyala. Padahal bila sesuai regulasi, pembalap yang kendaraannya mogok harus memulai balapan dari pit lane. Meskipun sudah diperingkatkan penyelenggara, namun Marquez tetap nakal untuk berusaha menghidupkan motornya. Sehingga mendapat penalti dan harus masuk ke pit lane di tengah balapan.


Kejadian pertama mungkin membuat Marquez panik sehingga ia melaksanakan banyak sekali cara untuk sanggup berada di depan. Selain bersenggolan dengan Rossi, Marquez juga bersenggolan dengan pebalap lainnya yakni Aleix Espargaro. Saat lap-9 Marquez memaksakan masuk sehingga saling senggol pun terjadi. Beruntung Aleix Espargaro masih sanggup melanjutkan, dan Marquez pun menawarkan instruksi untuk meminta maaf.


Perseteruan Keduanya Sudah Berlangsung Lama Bahkan Semenjak Debut Marquez, Aroma Perseteruan Sudah Tercium


Saling angkat topi dan tebar puji pernah dilakukan kedua pebalap ini Perseteruan Di Lintasan Tak Memakan Korban, Namun Menutup Hubungan Kedua Pebalap Kawakan


Marquez pernah berujar salah satu alasan ia berkarir sebagai pebalap yaitu Valentino Rossi. Sosok yang dikagumi dan kini menjadi pesaing sengit, yang sudah saling lempar komentar pedas. Ketika debut pertamanya di ajang balap bergengsi di dunia, Marquez pun sudah membuat aroma persaingan dengan Rossi.


Gelaran Moto GP Amerika Serikat di tahun 2013, tikungan Corkscrew menjadi saksi perseteruan ini. Marquez merangsek dari belakang dan menyalip Rossi di tikungan yang berbentuk karakter ‘S’ tersebut. Alhasil The Baby Alien finish terdepan dan Rossi di podium ketiga. Bahkan di selesai demam isu 2013 pun, Marquez eksklusif menjadi jawara.


Paling Klimaks Perseteruan di Tahun 2015


Saling angkat topi dan tebar puji pernah dilakukan kedua pebalap ini Perseteruan Di Lintasan Tak Memakan Korban, Namun Menutup Hubungan Kedua Pebalap Kawakan

Sumber: Redbull.com


Selama persaingan kedua pebalap ini, paling sengit terjadi di tahun 2015. Tercatat persaingan Marquez dan Rossi terjadi 4 kali, di seri Argentina, Malaysia, Australia, hingga Belanda. Persaingan paling seru terjadi di Sirkuit Assen, Belanda. Ketika sudah mencapai lap-lap akhir, kedua pebalap ini saling mencekek gasnya masing-masing. Alhasil saling senggol terjadi ketika di tikungan, bukan naas justru malah keberuntungan sebab Rossi berhasil finish di posisi pertama sesudah The Doctor terlempar ke gravel dan malah memangkas tikungan.


Selain Belanda, sirkuit Sepang Malaysia juga menambah rentetan pertarungan keduanya. Rossi diganjar penalti harus memulai balapan dari urutan terakhir di seri berikutnya, Valencia. Karena terekam kamera Rossi melaksanakan gerakan kaki untuk menyenggol Marquez, hingga membuatnya tidak bisa melanjutkan balapan.