Bung, Jangan Berharap Sukses Memiliki Rumah Dan Kendaraan Beroda Empat Glamor Jikalau Mental Tingkat Bawah

Posted by Ganas003 on 21.08 in

Demi sukses, mimpi saja tak cukup bung! Kita juga butuh perjuangan dan kerja keras, serta mental yang sekuat baja.  Karena meraih kesuksesan tidak mudah, jumlah mereka yang gagal niscaya lebih banyak dari pada yang berhasil. Mereka yang berhasil, telah melewati masa-masa pahit dan sulit untuk berada di titik sukses. Kebanyakan orang, hanya mematok mimpi tinggi tapi tidak dengan perilaku mumpuni, salah satu penopangnya ialah mental.


Mental layaknya fisik, butuh latihan untuk terbentuk dengan baik, alasannya ialah mental bukan berkah dari Tuhan. Mungkin selama ini bung sudah banyak gagal, alasannya ialah tidak mempunyai mental kuat. Maka dari itu, kalau bung mimpi mempunyai rumah  indah dan kendaraan beroda empat mewah, harus ditingkatkan perjuangan dan mental. Karena mental tingkat bawah alias tempe tak pantas stand out sebagai orang yang sukses.


Kesalahan Adalah Hal Wajar, yang Tak Wajar Adalah Meratapi Kesalahan Hingga Mendalam


 jumlah mereka yang gagal niscaya lebih banyak dari pada yang berhasil Bung, Jangan Berharap Sukses Mempunyai Rumah Dan Mobil Mewah Kalau Mental Tingkat Bawah


Setiap mencapai sesuatu niscaya ada kesalahan yang selalu dituai bung. Klise, insan tidak tepat dan tempatnya salah. Jadi, masuk akal saja apabila bung melaksanakan salah ketika bekerja dan berusaha. Namun, kesalahan yang dilakukan tidak perlu diratapi secara dalam. Sebab hal itu, toh tak akan merubah apa-apa. Lantas buat apa bung lakukan?


Daripada sibuk menangis dan menyesali situasi, lebih baik cari solusi untuk memperbaiki. Hari ini bung boleh gagal, tapi pastikan pada diri jikalau esok hal serupa tak akan ada lagi.


Laki-laki Mental Baja Ketika Ada Masalah Tidak Menangis, Namun Mencari Solusi Taktis


 jumlah mereka yang gagal niscaya lebih banyak dari pada yang berhasil Bung, Jangan Berharap Sukses Mempunyai Rumah Dan Mobil Mewah Kalau Mental Tingkat Bawah


Ketika tertimpa persoalan eksklusif yang mempunyai mental baja niscaya akan berputar otaknya untuk mencari solusi. Solusi lebih penting dari pada menyesali bung. Bahkan, terkadang kita menggerutu perihal kondisi yang di luar kuasa diri kita sendiri. Kalau terus-terusan menyalahkan keadaan yang terang tidak ada solusi, sama halnya kita yang terus-terusan membicarakan soal masalah.


Sebab percaya atau tidak, hal serupa juga sudah lebih dulu dilakukan oleh mereka yang kini sudah sukses atas pencapaiannya. Dengan mengubah teladan fikir menjadi lebih beda dan lebih tajam dalam memandangi masalah, menciptakan solusi akan gampang terpecahkan. Hal ini didorong dari kepribadian seseorang dalam hal pendidikan, apabila ia menyukai mata pelajaran kalkulasi ibarat matematika, niscaya menggemari untuk memecahkan masalah.


Perubahan Selalu Terjadi, Tak Ada Alasan Selain Belajar Beradaptasi


 jumlah mereka yang gagal niscaya lebih banyak dari pada yang berhasil Bung, Jangan Berharap Sukses Mempunyai Rumah Dan Mobil Mewah Kalau Mental Tingkat Bawah


Di zaman serba canggih perubahan tidak sanggup dihindarkan, hanya ada pembiasaan atau bung tertinggal mati. Ketinggalan zaman tentu tidak bagus, apalagi bagi bung yang hidup dan mencari nafkah yang bekerjasama dengan dunia digital. Tapi kalau difikir-fikir semua hal kini memang serba digital kan? bentuk penemuan tukang ojek misalnya.


Agar tak terus menerus berperan sebagai penonton, bung perlu mencar ilmu untuk menyesuaikan diri. Menciptakan sesuatu yang sesuai dengan perkembangan, hingga nanti dilirik orang. Dan seandainya bung mempunyai mental baja, niscaya perubahan menjadi sebuah tantangan. Tak ada rasa mengutuk perubahan, perubahan akan diamini dan dijalani, hitung-hitung untuk aktualisasi diri. Hingga sanggup bersaiang dengan orang lain yang juga ingin sukses menggapai mimpi.


Mengutuk Masa Lalu Bukan Sifat Orang Berfikiran Maju


 jumlah mereka yang gagal niscaya lebih banyak dari pada yang berhasil Bung, Jangan Berharap Sukses Mempunyai Rumah Dan Mobil Mewah Kalau Mental Tingkat Bawah


Lupa itu di satu sisi bagus, yang kemudian biarlah berlalu dan lupakan saja. Jangan hingga hidup di ketika ini tapi pengalaman-pengalaman jelek yang kemudian itu menghantui diri kita sekarang, makanya orang tidak sanggup bergerak maju, hidup dalam ketakutan“, kata Dhira Narayana salah satu pendiri gerakan LGN (Legilisasi Ganja Nusantara). Menggerutu keadaan masa kemudian ialah hal yang bersahabat dilakukan alias mengeluh. Karena kalau pun bung menggerutu soal keadaan, keadaan pun tak tak sanggup berubah.


Mental yang baja biasanya tidak suka karam terlalu dalam akan masa lalu. Kejayaan atau kegagalan, hanya kenangan, yang tak perlu diungkit dan diselami dalam-dalam. Karena hidup terus bergerak maju, jangan hingga bung terlena akan masa kemudian hingga hilang fokus di masa sekarang.


Sifat Iri Hati Tak Membawa Kesuksesan Suatu Saat Nanti


 jumlah mereka yang gagal niscaya lebih banyak dari pada yang berhasil Bung, Jangan Berharap Sukses Mempunyai Rumah Dan Mobil Mewah Kalau Mental Tingkat Bawah


Perasaan iri merupakan negatif. Dalam fatwa Buddha, Sidharta Gautama membahasnya dengan menyampaikan “Jangan berlebihan dengan apa yang kau terima, apalagi iri dengan milik orang lain. Dia yang iri sulit mendapat kedamaian batin,” Kata-kata tersebut memang benar adanya. Tak ada orang yang tenang hati ketika sifat iri berkobar dalam diri. Yang ada hanya menggerutu, gelisah dan merasa kalah.


Namun, kalau punya mental baja hal ibarat itu niscaya tidak terjadi. Mengakui kesuksesan tidak sanggup dilakukan orang yang mental lemah. Bahkan, mental lemah akan merasa minder ketika melihat teman berhasil. Kalau yang mental baja niscaya akan mengakui kesuksesan atau pun mengucapkan selamat. Pasti akan dilakukan secara lapang dada dan berbahagia.