Apakah Masuk Akal Jikalau Pesepakbola Membenci Sepakbola?

Posted by Ganas003 on 21.08 in

Bagaimana seseorang membenci profesinya sendiri? padahal profesi yang dilakoni pun, cukup digemari lebih banyak didominasi pria yakni sepakbola. Lantas, apakah masuk akal bila pesepakbola membenci olahraga yang mengantarkan namanya menjadi tekenal bahkan berkecukupan secara finansial?


Dibalik masuk akal atau tidaknya, tentu hal ini menjadi pergunjingan bagi sebagian orang yang notabene yaitu netizen. Sederetan nama-nama yang bakal disebutkan ada yang dari underrated hingga yang sudah tidak asik ditelinga. Bahkan, ada salah satu pemain yang menyampaikan semakin banyak mendapat uang dari sepakbola, semakin ia membencinya. Dilansir dari sportskeeda.com berikut ini yaitu nama pemain yang anomali malah benci sepakbola.


Kegagalan Eksekusi Penalti Menjadi Biang Bagi Pemain Ini Untuk Membenci Sepakbola


Bagaimana seseorang membenci profesinya sendiri Apakah Wajar Bila Pesepakbola Membenci Sepakbola?


Pernah berseragam Leeds, Blackburn dan Newcastle tak ayal menciptakan pemain ini dipanggil ke tim nasional Inggris, bahkan ia menjadi bab Three Lions pada ketika berlaga di Euro 1992 dan FIFA World Cup 1998. Karirnya sepanjang 18 tahun pada mulanya berjalan manis, David Batty kemudian didaulat menjadi biang kegagalan karena gagal menjadi eksekutor penalti ketika meladeni Argentina di ajang 4 tahunan untuk mencari negara terbaik dalam sepakbola.


Di tahun 2007 David Batty pun menciptakan pernyataan yang membingungkan banyak orang ketika ia bosan bermain bersama tim nasional. Hal ini jelas dipandang sebagian pemain sebagai bentuk nasionalisme. Lucunya lagi, David Batty, semenjak kegagalan penalti ia tidak pernah menonton sepak bola lagi.


Bukan Penggemar Sepakbola Sejati Tapi Karirnya Cukup Melonjak Tinggi

Bagaimana seseorang membenci profesinya sendiri Apakah Wajar Bila Pesepakbola Membenci Sepakbola?


Nama Bobby Zamora niscaya tidak asing bagi bung yang kerap menonton liga Inggris. Lantaran pemain berkepala pelontos ini telah malang melintang membela klub-klub medioker di kasta tertinggi liga tersebut. Seperti Brighton & Hove Albion, Bristol Rovers, West Ham, Tottenham, Queens Park Rangers dan pernah tergabung dengan tim nasional Inggris sebanyak dua kali. Sebelum tetapkan untuk menggantung sepatu di tahun 2016.


Kilas balik ke tahun 2012 beberapa pertanyaan menghujam dirinya perihal apa yang bakal dilakukan sesudah tidak lagi merumput di lapangan hijau. Secara tegas, Zamora menjawab tidak lagi ingin tergabung dalam dunia sepakbola. Bahkan, pemain ini menyampaikan bahwa ia bukan penggemar sepakbola sejati selayaknya pemain lain. Kemudian selama berkarier pun, ia juga jujur kalau jarang melihat tim lain bahkan timnya sendiri selama bertanding.


Tak Puas Di Lapangan Hijau Beranjak Ke Ring Tinju


Bagaimana seseorang membenci profesinya sendiri Apakah Wajar Bila Pesepakbola Membenci Sepakbola?


Menjadi pemain pesepakbola profesional nampaknya kurang begitu menyalurkan hasratnya. Curtis Woodhouse yaitu pesepakbola yang merumput dari tahun 1997 hingga 2006. Di usianya yang memasuki umur 26 tahun ia tetapkan untuk berganti profesi sebagai petinju profesional.


Setelah itu, Curtis pernah kembali menjadi pesepakbola paruh waktu ketika menandatangani dengan Rushden dan Diamonds di bulan November 2006 hingga alhasil ia tetapkan benar-benar pensiun di tahun 2012 di Sheffield United. Mantan pemain timnas Inggris U-21 ini pun pernah mengeluarkan pernyataan asing ketika ia menyampaikan bahwa semakin banyak ia mendapat uang dari sepakbola, ia semakin membenci sepakbola. Logis kah bung?


Bolos Timnas Agar Bisa Berduaan Dengan Kekasih, Anomali Terhadap Dedikasi Profesi


Bagaimana seseorang membenci profesinya sendiri Apakah Wajar Bila Pesepakbola Membenci Sepakbola?


Ketika sekian pesepakbola profesional mendambakan menggunakan kostum timnas untuk dikenakan dan dibela lewat keringat sekaligus perjuangan. Stephen Ireland justru sebaliknya, pemain yang “gagal” bersinar di Manchester City ini lebih dikenal ketika bermain di Stoke City sebagai gelandang serang.


Ireland pun pernah mangkat dari timnas Irlandia dengan alasan Neneknya meninggal padahal ia berduaan dengan kekasihnya. Selain itu, entah alasannya depresi atau tekanan, Ireland pernah curhat lewat sosial medianya ketika menyampaikan kalau sepakbola itu hanyalah omong kosong dan menyesal alasannya terjebak di dalam sepak bola itu sendiri.


Sepakan Luar Biasa Miliknya, Justru Tak Ingin Dikenang Banyak Orang


Bagaimana seseorang membenci profesinya sendiri Apakah Wajar Bila Pesepakbola Membenci Sepakbola?


Batistuta mungkin sanggup dibilang Tuhannya sepakbola beberapa dekade lalu. Julukan Batigol dan El Angel Gabriel, terwakilkan lewat sepakan kilatnya menghiasi layar beling di mana gawang lawan menjadi korban bombardir. Memang gelar trophy secara tim yang didapatkan tidak sementereng Lionel Messi.


Tetapi di zamannya ia sangat disegani dan dihormati, bahkan ia termasuk pencetak gol terbanyakan tim nasional Argentina sebelum dirontokkan Lionel Messi di tahun 2016. Alessandro Rialti selaku penulis otobiografinya  menyampaikan bahwa Batigol merupakan permain profesional yang tidak terlalu menyukai sepakbola. Lanjutnya, Batistuta ingin menjadi orang biasa yang tidak ingin terkait lagi dengan sepakbola ketika keluar dari lapangan hijau.


Sepakbola memang sanggup mendongkrak nama orang biasa menjadi berbeda, mereka yang tercekik finansial sanggup tampil Istimewa ke depannya. Bahkan, banya warga Afrika yang mengadu nasib di Sepakbola demi mendapat kehidupan yang layak dan berbeda. Janggal, ketika mengetahui ada beberapa pesepakbola yang membenci Sepakbola. Itu semua pilihan, meskipun tak masuk akal alasannya mereka populer dan dikenal alasannya sepakbola. Tetapi balik lagi, membenci dan menyukai yaitu pilihan.